Mural panjang bergambar logo ISIS dan coretan-coretan dukungan untuk organisasi tersebut dapat ditemui di pagar selatan di Jalan Veteran, Solo. Gambar tersebut berada persis di lokasi penyergapan terduga teroris Farhan oleh Densus 88 pada tahun 2012 lalu.
Menurut keterangan warga sekitar, grafiti digambar oleh beberapa orang pada beberapa pekan lalu. Hingga saat ini grafiti tersebut masih utuh dan tidak ada upaya dari aparat atau Pemkot untuk menghapusnya. Gambar serupa juga ditemukan di bidang tembok di sebuah gang di Tipes, Solo. Di tembok tersebut juga tergambar lambang atau bendera ISIS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Secara normatif memang belum ada larangan tentang organisasi ISIS di Indonesia. Namun isu tentang ISIS ini sudah menjadi sorotan para pejabat negara dan dikhawatirkan akan menimbulkan keresahan di masyarakat. Apalagi sekarang ISIS ini sudah ada plesetannya di sini yaitu Indonesian Support Islamic States, sehingga ada kesan ancaman untuk NKRI," ujar Fachruddin, Senin (4/8/2014).
Fachruddin juga mengatakan, sebelumnya pihak kepolisian juga telah melakukan pendekatan persuasif kepada sejumlah orang yang bersimpati kepada ISIS untuk tidak melakukan aksi yang bisa menimbulkan keresahan. Sebelumnya, kata dia, di Solo telah terpasang beberapa spanduk dukungan kepada ISIS dan puluhan bendera ISIS yang dikibarkan di beberapa lokasi.
"Setelah mendapat laporan dari masyarakat, kami langsung perintahkan kepada jajaran untuk melakukan pendekatan. Akhirnya spanduk dan bendera itu diturunkan sendiri oleh pemasangnya dan kami imbau kepada mereka untuk merenungkan kembali tentang pentingnya menjaga keutuhan negara. Setelah pengamanan spanduk dan bendera yang lebih menyolok, kami pasti akan segera menghapus gambar yang di tembok-tembok," ujarnya.
(mbr/ndr)











































