Tiket Tak Lagi Dijual di Halte Busway, Pemilik Kopaja AC Merasa Dirugikan

Tiket Tak Lagi Dijual di Halte Busway, Pemilik Kopaja AC Merasa Dirugikan

- detikNews
Senin, 04 Agu 2014 11:16 WIB
Tiket Tak Lagi Dijual di Halte Busway, Pemilik Kopaja AC Merasa Dirugikan
Jakarta - Mulai bulan ini tiket kertas Kopaja AC tak lagi dijual di halte-halte busway yang menerapkan tiket elektronik. Penumpang Kopaja yang ingin naik bus tersebut di halte busway harus harus membayar dobel. Artinya mereka harus membayar Rp 3.500 untuk masuk ke halte dan membayar tiket Kopaja sebesar Rp 5.000.

"Kita merasa dirugikan. Awalnya kita diminta merevitalisasi bus kita dan sudah kita lakukan dengan menggunakan bus AC. Selain itu program Kopaja AC ini juga untuk membantu jalur busway yang sering lowong tapi sekarang malah tiketnya tak dijual di halte busway," keluh Ketua Umum Kopaja Nanang Basuki kepada detikcom, Senin (4/8/2014).

Nanang mengatakan, perubahan sistem ini akan menyebabkan penurunan penumpang Kopaja. Menurutnya saat ini jumlah penumpang Kopaja sudah cukup banyak. "Kita sudah mengikuti, ternyata kebijakannya dicabut begitu saja di tengah jalan," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Nanang meminta Pemrov DKI mempertimbangkan lagi kebijakan tersebut. Rencananya dia akan mengajukan surat ke Gubernur Jokowi. "Kita akan tulis surat untuk mempertimbangkan kebijakan ini," katanya.

Nanang menawarkan jalan tengah untuk sistem tiketing Kopaja AC. Menurutnya perlu ada gate khusus di halte busway sehingga penumpang yang ingin naik Kopaja AC bisa masuk melewati pintu itu.

"Bisa saja dibuat pintu khusus di halte busway. Penumpang yang ingin naik Kopaja AC bisa masuk lewat pintu itu," katanya.

Ide pintu khusus ini sendiri telah ditolak Wagub Ahok. Sebab Ahok kecewa pengelola Kopaja membiarkan sopirnya bertindak semena-mena saat mengemudikan bus. "Mereka ngelunjak," kata Ahok pada 21 Juli 2014.

Kadishub DKI M Akbar menyakan, perubahan sistem Kopaja AC ini disebabkan TransJ akan menerapkan sistem tiket elektronik. Namun dia memastikan Kopaja AC tetap bisa masuk ke dalam jalur busway meski tak mengangkut penumpang di halte busway.

"Bus Kopaja AC tetap bisa masuk ke jalur busway," katanya.

Akbar mengatakan, sampai saat ini Kopaja AC masih menggunakan sistem tiket kertas, sedangkan TransJ akan menggunakan tiket elektronik. "Sistem kita memang berbeda," katanya.

Kebijakan membayar dobel untuk naik Kopaja AC awalnya pernah diterapkan saat pertama kali bus ini dioperasikan. Saat itu banyak penumpang yang protes karena ongkos yang mahal ini. Akhirnya kebijakan ini diubah, penumpang yang ingin menaiki Kopaja AC tinggal bilang ke petugas loket kalau mereka ingin menaiki bus itu, sehingga mereka tak perlu membayar Rp 3.500 dan tinggal membayar ongkos Kopaja AC Rp 5.000.

Namun kebijakan ini berubah lagi dan penumpang Kopaja AC harus kembali membayar dobel sebesar Rp 8.500 saat ingin menaiki bus ini dari halte busway.

Kopaja AC selama ini mayoritas lewat di koridor VI seperti Kopaja 20 rute Senen-Lebakbulus dan Kopaja 602 Ragunan-Monas.

(nal/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads