Diduga Cabuli Belasan Murid, Guru Agama di Bogor Ditangkap Polisi

Diduga Cabuli Belasan Murid, Guru Agama di Bogor Ditangkap Polisi

- detikNews
Senin, 04 Agu 2014 10:59 WIB
Bogor - Apid (28) seorang guru agama di Desa Warga Jaya, Kecamatan Cigudeg kabupaten Bogor, ditangkap polisi karena diduga telah melakukan pelecehan seksual terhadap 14 murid-muridnya sendiri. Saat ini, Apid tengah menjalani pemeriksaan intensif di unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Bogor.

"Pelaku masih diperiksa. Dari hasil pemeriksaan, sementara ini tidak ada korban yang disodomi, pelaku hanya melakukan pencabulan. Tapi ini masih kita dalami, korban masih dimintai keterangannya," kata Kapolres Bogor, AKBP Sony Mulvianto, Senin (4/8//2014).

Dalam aksinya, Apud menggerayangi hingga menciumi tubuh dan kemaluan murid-muridnya yang rata-rata korbannya adalah mereka yang baru berusia antara 11-14 tahun. Data sementara korban saat ini mencapai 14 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulvianto menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Apid untuk mengungkap lebih jauh terkait dugaan pelecehan yang dilakukan terhadap murid-muridnya. "Dari semua korban, yang sudah dilakukan pemeriksaan baru 12 orang. Untuk motifnya masih kita dalami, sementara diduga pelaku belum menikah. Kita juga masih dalami apakah ada korban lain atau tidak," terang Kapolres.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku akan dijerat dengan undang-undang RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak di bawah umur dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun. Namun untuk pasal pelecehannya, belum ditentukan karena masih mendalami keterangan korban.

Aksi cabul sang guru ngaji tersebut terungkap, setelah Bawing (36), salah satu orangtua korban mengaku curiga dengan kejanggalan perilaku anaknya ketika tiba di rumahnya usai menginap di lokasi pendidikan agama milik pelaku. "Pas pulang dari pondokan (kediaman pelaku,red), pipi anak saya kok merah-merah, agak memar. Pas ditanya, anak malah diam. Dikirain dipukul, tapi anak nggak bilang apa-apa," kata Bawing kepada wartawan.

Setelah dirayu, akhirnya JL mengaku kalau memar diwajahnya akibat perbuatan sang guru ngaji. "Ternyata pipi anak saya merah-merah karena dipaksa pas diciumin sama gurunya. Anak saya ngelawan, tapi terus dipaksa, makanya agak memar pipinya," kata Bawing.

Bawing mengaku tidak pernah menyangka kalau niat anaknya belajar agama, malah berujung pelecehan seksual. Ia berharap pelaku bisa diberi hukuman yang berat karena telah merusak masa depan anaknya. "Padahal saya sempet larang ngaji ke orang itu, apalagi ketika harus menginap. Tapi anak saya terus maksa, karena banyak temannya yang ikut menginap. Gurunya juga yang nyuruh anak-anak nginap. Alasannya banyak kegiatan di pondokan," katanya.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads