Birokrasi Penyaluran Bantuan ke Aceh Harus Dipangkas
Jumat, 31 Des 2004 01:56 WIB
Jakarta - Aspek manajemen penyaluran bantuan korban tsunami di Aceh-Sumut kurang sempurna. Aturan birokrasi sebaiknya dipangkas agar bisa langsung ke tujuan."Aspek manajemen dalam penyaluran bantuan masih kurang sempurna. Institusi yang memperoleh tugas untuk menangani bencana alam yaitu Depsos masih kurang sempurna untuk menjadi sebuah tim yang benar-benar kompak."Hal itu disampaikan mantan Cawapres Siswono Yudohusodo di sela-sela acara "Doa dan Refleksi Akhir Tahun" di kediaman Marijani, Direktur Manajer Nathan Setiabudi Center sekaligus mantan Manajer Kampanye PKB di kawasan Kebayoran Jakarta Selatan, Kamis (30/12/2004) malam."Aspek manajemen ini sepertinya menghambat dalam penyaluran bantuan. Seharusnya bantuan itu dapat langsung disalurkan ke Aceh tanpa harus ke Jakarta dulu. Sebaiknya aturan-aturan birokrasi harus dipangkas dahulu agar seluruh bantuan dapat langsung sampai ke Aceh," tukasnya.Siswono menilai akhir tahun 2004 ini yang ditutup dengan gempa di Alor dan Nabire, serta gempa dan tsunami di Aceh-Sumut sebagai suatu peringatan untuk berbuat lebih baik dalam waktu ke depan.Sedangkan mengenai pemerintahan SBY dinilainya sudah berjalan dengan baik, tapi itu baru dalam skala makro ekonomi. Hal itu ditandai dengan inflasi yang rendah, nilai rupiah yang mantap, cadangan devisa yang stabil, bunga bank yang menurun, dan IHSG yang terus meningkat."Masalah yang lebih besar yang dihadapai oleh pemerintahan ini adalah masalah penyediaan lapangan pekerjaan, dan juga mulai merenggangnya perasaan persaudaraan antarbangsa yang ditandai dengan konflik-konflik yang terjadi di beberapa daerah," kata Siswono.
(sss/)











































