Rute perjalanan Ulung bermula dari kampung halamannya di Purwokerto. Pukul 07.00 WIB pagi tadi dia sudah bersiap kembali ke Lampung. "Pilih hari ini karena berpikir puncak arus balik itu kemarin (Sabtu), tapi rupanya masih padat," kata Ulung saat dihubungi detikcom, Minggu (3/8/2014).
15 jam 30 menit berlalu, minibus yang ditumpanginya masih berada di Malangbong, Garut. Padahal untuk jarak tempuh normal Purwokerto-Bandung dapat ditempuh dalam 6-7 jam saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Malangbong, Ulung melihat banyak kendaraan yang menepi dan membuka kap mobilnya. Dia menduga kendaraan tersebut mengalami kerusakan di beberapa bagiannya. Maklum saja, jalur yang dilalui merupakan tanjakan curam. Setiap pengemudi harus piawai memainkan pedal gas, kopling, dan rem.
"Akibat kendaraan yang diparkir jalur yang semula empat menjadi dua yang bisa dilalui, ada penyempitan (bottle neck)" ujar karyawan swasta yang bekerja di Bandar Lampung ini.
Untuk menghindari antrean kendaraan yang semakin menggila, petugas kepolisian memberlakukan sistem buka tutup.
(ahy/bil)











































