Warga Yogya Kirab Gunungan dan Perebutkan Ribuan Ketupat

Warga Yogya Kirab Gunungan dan Perebutkan Ribuan Ketupat

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2014 19:08 WIB
Foto: Edzan Raharjo/detikcom
Yogyakarta - Warisan leluhur masih pertahankan oleh warga Yogyakarta. Di kampung Pandeyan Umbulharjo, warga menggelar tradisi warisan leluhur Bakdo Kupat, Minggu (3/8/2014).

Dalam tradisi ini, warga mengadakan kirab dua gunungan berisi ribuan kupat (ketupat). Kirab diikuti oleh ribuan warga yang terdiri dari tokoh-tokoh lintas agama, kesenian jatilan, hadroh, drumband, dan lain-lain.

Dua gunungan terdiri dari gunungan kakung yang berisi 1.000 kupat dan gunungan wadon yang berisi kupat dan sayuran, buah-buahan serta hasil tani lainnya. Gunungan ini diarak keliling kampung Pandeyan sejauh 3 km, melewati Jl Pandeyan, Jl Babaran, Jl Batikan, Jl Veteran dan kembali Jl Pandean kemudian dibawa ke halaman masjid Ibrahim.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Gunungan ini kemudian didoakan oleh tokoh lintas agama. Setelah itu diperebutkan oleh warga. Sayang, rebutan ini tidak tertib. Banyak ketupat yang dilempar-lemparkan.

"Kirab ini merupakan warisan leluhur yang masih bertahan di kampung Pandeyan dan menjadi salah satu ikon kampung Pandeyan," kata pengelola kampung wisata budaya Pandeyan, Atmadi Florian.

Kirab gunungan ini sebagai refleksi syukur masyarakat kampung y yang telah diberikan rejeki berlimpah. Gunungan kupat yang disebut gunungan kakung, merupakan simbol persatuan antara rakyat dengan pemimpin.

Tradisi ini merupakan warisan budaya dari para walisongo pada saat transisi kekuasaan dari Majapahit ke Demak Bintoro dari Brawijaya ke V ke Sultan Fatah di Demak Bintoro. Kemudian dilanjutkan dengan pengembangan di kerajaan Mataram.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Ajang penghargaan persembahan detikcom dengan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk menjaring jaksa-jaksa tangguh dan berprestasi di seluruh Indonesia.
Hide Ads