Cerita Pemudik Soal Waktu Tempuh dan Jalur 'Tak Normal' di Pantura Jawa

Cerita Pemudik Soal Waktu Tempuh dan Jalur 'Tak Normal' di Pantura Jawa

- detikNews
Minggu, 03 Agu 2014 12:31 WIB
Cerita Pemudik Soal Waktu Tempuh dan Jalur Tak Normal di Pantura Jawa
Foto: Hery Susilo/ pasangmata.com
Jakarta - Selama masa mudik dan arus balik, ada jalur di Pantura Jawa yang benar-benar macet, ada yang relatif lancar. Daerah mana yang paling macet dan mana yang tidak? Ini cerita pemudik dari Surabaya ke Jakarta pada hari ini.

Pembaca detikcom, Hery Susilo, menceritakan, arus lalu lintas sepanjang Surabaya ke Semarang relatif lancar. "Waktu tempuhnya standar. Ya 6-7 jam lah. Tapi selepas Semarang, arus tidak normal," kata Hery melalui telepon, Minggu (3/8/2014) sekitar pukul 11.45 WIB.

Menurut Hery, ketersendatan mulai terasa di Batang, sekitar 90 kilometer dari Semarang. Kendaraan tak bisa dipacu dan hanya merangkak pelan. Padahal, jalan utama di Pantura Jateng itu relatif lebar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk mengatur stamina, Hery beristirahat di Tegal. Hari ini, sekitar pukul 07.00 WIB, ia dan keluarganya melanjutkan perjalanan. Ternyata arus lalin masih padat.

"Tiga jam jalan (dari Tegal) baru sampai Brebes. Padat sekali," jelasnya.

Hery mengirimkan foto kepadatan kendaraan di Brebes pada pukul 10.07 WIB ke pasangmata.com. Terlihat, arus lalin ke Jakarta memang sangat padat oleh mobil pribadi dan kendaraan umum. Kecepatan kendaraan rata-rata 5 km per jam.

"Nggak tahu ini, apa tol padat juga atau tidak. Baru masuk tol, kendaraan sudah rapat," tutup Hery yang saat ditelepon tengah bersiap masuk Tol Pejagan.

(try/nwk)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads