Sugiman (28), warga Brebes mengaku baru pertama kali ke Jakarta. Ia mengaku memiliki sanak saudara di Jakarta.
"Baru pertama ke Jakarta. Kebetulan ada keluarga di Cakung," ujar pemuda dengan jaket jeans di terminal Pulogadung, Minggu (2/8/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Senada dengan Sugiman, Sarwoto (25) pendatang asal Indramayu ingin mengadu peruntungannya. Ia berpikir dengan modal ijazah SMA dapat pekerjaan lebih baik.
"Ke Jakarta pingin nyoba cari kerja, di kampung nggak ada kesempatan kerja sapa tahu datang ke kota bisa dapat kerja. Kerja apa aja, mau jadi tukang bersih-bersih juga nggak apa. Yang penting judulnya merantau," imbuh Sarwoto.
Sementara Jono (21) pendatang asal Pati, Jawa Tengah mengaku ke Jakarta lantaran disuruh orang tua untuk merantau.
"Disuruh orang tua, dari pada nganggur. Rencana mau ikut temen kerja di Alfa kebetulan tinggal di Pondok Unggu," kata Jono.
Tak seperti kedua pendatang sebelumnya. Jono datang ke Jakarta bermodalkan Ijazah SMA dan telah mendapat pekerjaan.
"Kebetulan sudah diterima kerja di Alfa Midi. Kalau di Pati nggak ada. Ke sini tinggal sama temen yang sudah duluan kerja di sana," imbuhnya.
Jono pun berlasan jika dirinya datang ke Jakarta lantaran upah di kampung tak setinggi di kampung halamannya. Selain itu ia berpikir dengan merantau dapat pengalaman lebih banyak. "Di kampung UMR-nya kecil dibanding di Jakarta. Sekaligus nyari pengamalan kerja di Kota," tutupnya.
(edo/aan)










































