Ini Titik Kemacetan Selama Arus Balik dan Jalur Alternatif Untuk Menghindarinya

Ini Titik Kemacetan Selama Arus Balik dan Jalur Alternatif Untuk Menghindarinya

- detikNews
Sabtu, 02 Agu 2014 14:40 WIB
Ini Titik Kemacetan Selama Arus Balik dan Jalur Alternatif Untuk Menghindarinya
Jakarta -

Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Kemenhub, Imam Hambali, menyampaikan sedikitnya terdapat tujuh titik kemacetan di wilayah barat pada puncak arus balik Sabtu (2/8/2014) hingga Minggu (3/8/2014). Kemacetan tersebut akan terjadi pada pukul 21.00 WIB malam nanti hingga pukul 09.00 WIB esok.

Tujuh titik tersebut berada di dua jalur, yakni utara dan selatan. Untuk jalur utara, titik rawan kemacetan berada di Comal, Ciasem, Pamanukan, dan Cikampek. Sedangkan jalur selatan, yakni Tasikmalaya, Cicurug, dan Nagrek.

"Itu adalah titik lelahnya. Untuk jam mulai padat, kalau pemudik dari arah Jawa sebelah timur jam 21.00 malam, mulai diperkirakan macet sampai jam 09.00 pagi, menuju Jakarta," kata Imam menerangkan kepada detikcom usai menggelar telekonferensi dengan Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, di Posko Lebaran Menhub, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Sabtu (2/8/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait jumlah kendaraan yang melewati tujuh titik tersebut, Imam menuturkan akan ada lonjakan kendaraan sebanyak dua kali lipat. "Lonjakan kendaraan bisa dua kali lipat dari hari sebelumnya," ucap Imam.

Berdasar data yang didapat dari Kemenhub per tanggal 2 Agustus 2014, satu dari tujuh titik tersebut, seperti Cicurug, terdapat 7.457 kendaraan yang melintas. Apabila lonjakan dua kali lipat, maka sekitar 15 ribu kendaraan akan melintas di daerah tersebut pada puncak arus balik nanti malam dan esok hari.

Lebih jauh, Imam mengatakan, rata-rata panjang kemacetan di masing-masing titik bisa mencapai tujuh hingga sepuluh kilometer. Titik tersebut meliputi tol masuk Cikampek, Cicurug, dan Nagrek. Ketiganya memiliki pola penyebaran kendaraan yang sama.

"Kalau Comal, macetnya bisa 10 km," kata Imam sembari menunjuk peta pantauan arus mudik dan balik.

Sementara itu, jarak tempuh selama kemacetan tersebut, untuk satu hingga dua kilometer adalah selama dua hingga tiga jam.

Lebih jauh, Imam menuturkan pihak Kemenhub sudah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengantisipasi kemacetan seperti pengalihan jalur ke jalur alternatif.

"Biasanya kalau macet sudah satu sampai dua kilometer atau dalam waktu 1-1,5 jam sudah dialihkan," kata Koordinator National Traffic Management Center Polri, Rizki Nugroho, di Posko Lebaran Menhub, Jakarta, Sabtu (2/8/2014).

Menurut Rizki, pihak kepolisian sudah menyiapkan beberapa jalur alternatif. Untuk mengurangi kepadatan di jalur utara sekitar Cikampek, Pamanukan, dan Ciasem, polisi mengalihkan ke jalur tengah, melalui Kuningan, Majalengka, dan Subang. Namun, pemudik perlu berhati-hati lantaran kondisi jalan yang kecil, sempit, dan minimnya penerangan di jalur tersebut.

Untuk jalur selatan seperti Tasikmalaya, Cicurug, dan Nagrek, pihak kepolisian menyiapkan jalur alternatif melalui Cikoneng, atau bisa melalui Singaparna dan Garut.

Baik pihak kepolisian maupun Menhub mengimbau pemudik untuk berhati-hati di jalan. "Hati-hati di jalan, sabar, dan konsentrasi. Kalau macet lebih dari dua jam, istirahat di rest area, ada yang portable, ada juga yang permanen," ucap Imam.

(mad/mad)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads