Puncak arus balik tersebut mengalami pergeseran waktu. Pada tahun 2013, puncak arus balik pada H+3. Hal yang sama terjadi pada puncak arus mudik. Jika sebelumnya puncak arus mudik pada H-5 hingga H-4, maka tahun ini bergeser menjadi H-3, Jumat (25/7/2014) hingga H+1, Selasa (29/7/2014).
Terkait pergeseran waktu arus mudik tersebut, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono dalam telekonferensi mengatakan bahwa adanya pergeseran cuti lebaran pasca hari raya yang jatuh pada Selasa (29/7/2014). Oleh karenanya, masyarakat menunda keberangkatan mudik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menambahkan, lonjakan tersebut diantaranya terlihat dari puncak jumlah pemudik menggunakan moda transportasi yang paling diminati, yakni kereta api.
"Data traffic setelah lebaran, lonjakan kereta api tinggi sekali setelah lebaran, H+1 sudah puncak, atau H+2. Ini karena ada insentif dari pihak KAI yang memberikan harga tiket murah pada H+1," kata Bambang.
Sementara itu, Kepala Pusat Kajian Kemitraan dan Pelayanan Jasa Transportasi Kemenhub, Imam Hambali, mengatakan pada puncak arus balik tersebut, jalur darat sebelah selatan akan lebih banyak diminati kendaraan pribadi.
"Jalur selatan akan lebih diminati daripada jalur tengah maupun utara. Titik kemacetan yakni Garut, Tasikmalaya, dan Nagrek," kata Imam ketika diwawancarai usai mengikuti telekonferensi di Posko Lebaran Menhub, Jalan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (2/8/2014).
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak Kemenhub telah mengerahkan tambahan petugas untuk mengawasi titik kemacetan dan melakukan koordinasi dengan para pihak lain seperti Polri.
(mad/mad)











































