Pernyataan itu disampaikan JIS melalui rilis yang diterima detikcom, Jumat (1/8/2014). Dua orang tersangka yang masa penahanannya diperpanjang itu adalah Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong yang merupakan guru di JIS.
Dalam rilisnya, JIS mengaku tidak paham alasan polisi memperpanjang masa penahanan Ferdi dan Neil selama 40 hari. Padahal masa penahanan dua orang tersebut akan berakhir pada 2 Agustus besok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jakarta International School sangat kecewa dan sedih atas keputusan pihak kepolisian yang memperpanjang masa penahanan Neil Bantleman dan Ferdinand Tjiong untuk keperluan kelanjutan proses penyidikan. JIS tidak bisa memahami mengapa kedua guru perlu diperpanjang masa penahanannya untuk merampungkan proses penyidikan. JIS akan terus mempertanyakan proses penyidikan terkait kasus ini serta kebenaran dari bukti-bukti yang dimiliki pihak kepolisian.
Kami akan terus kedua guru kami, di mana keduanya memiliki jejak rekam pengalaman kerja yang sangat baik, dengan tetap berkeyakinan bahwa tuduhan yang dibuat atas mereka adalah tidak benar dan tidak berdasar.
Sejak Maret ketika pertama kali kasus ini muncul dengan tersangka karyawan ISS, JIS sangat menghormati proses penyidikan yang dilakukan dan bekerjasama sepenuhnya dengan pihak kepolisian bukan karena kami tahu kesulitan yang dihadapi oleh polisi dalam melakukan penyidikan, namun juga karena membantu polisi merupakan komitmen dari JIS dan kami akan terus memberikan bantuan kepada pihak kepolisian. Namun demikian, kami juga tidak dapat memungkiri kenyataan bahwa hingga saat ini belum ada bukti‐bukti yang dapat menunjukkan kesalahan kedua guru kami.
JIS akan senantiasa membantu kedua guru dengan menyediakan upaya hukum terbaik dan akan terus menantang tuduhan‐tuduhan yang dilancarkan melalui beragam cara dalam kerangka hukum yang berlaku. Keputusan pihak kepolisian yang tidak adil dengan memperpanjang masa penahanan ini kembali membuat keluarga kedua guru, sahabat, rekan sejawat serta seluruh komunitas sebagai sebuah bagian tidak terpisahkan dari JIS sangat bersedih dan pihak sekolah akan terus memberikan dukungan moral kepada mereka.
(bar/mok)











































