Gran Max Terbakar di Tikungan Bokong Semar Macetkan Jalur Wisata Yogya

Gran Max Terbakar di Tikungan Bokong Semar Macetkan Jalur Wisata Yogya

- detikNews
Jumat, 01 Agu 2014 18:07 WIB
Gran Max Terbakar di Tikungan Bokong Semar Macetkan Jalur Wisata Yogya
Foto: M Afifi/detikcom
Bantul -

Saat arus lalu lintas tengah ramai, sebuah mobil Gran Max mengeluarkan asap di Piyungan Bantul. Tak berapa lama, mobil terbakar. Arus lalu lintas Yogyakarta-Wonosari Gunungkidul macet belasan kilometer.

Mobil Gran Max berpenumpang 10 orang, terbakar di ruas jalan Yogyakarta-Wonosari KM 17, Jumat (1/8/2014) siang. Persisnya di tikungan Bokong Semar, Dusun Tambalan, Desa Srimartani, Kecamatan Piyungan, Bantul.

Saat itu, arus lalin dari arah Yogyakarta tersendat karena tingginya volume kendaraan yang rata-rata berniat menghabiskan masa libur lebaran ke sejumlah obyek wisata di Gunungkidul.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tadi tidak kuat menanjak dan tiba-tiba ada asap dari kabin mesin. Kita panik dan langsung keluar karena api tiba-tiba membesar," ujar Agus Haryanto (35), pengemudi Gran Max.

Dalam kondisi terbakar, mobil ini justru berjalan mundur dan melintang di tengah jalan. Akibatnya, arus lalin dari kedua arah mengalami macet total. Terlebih posisi kendaraan yang awalnya berpenumpang 10 orang ini berada di jalan menanjak dan sempit.

Informasi yang didapat pihak Polres Bantul, kemacetan dari arah Gunungkidul mencapai 5 km. Namun yang lebih parah justru dari arah bawah (Yogyakarta) karena kemacetan mencapai belasan kilometer, sejak sebelum pasar Piyungan.

"Kalau yang ke arah Gunungkidul kebanyakan wisatawan, tapi kalau yang ke arah Yogyakarta jika dilihat kendaraan yang rata-rata berpelat luar daerah dengan barang bawaan di atasnya kemungkinan pemudik yang akan kembali ke perantauan," kata Kanit Laka Polres Bantul Ipda Budi Haryanto.

Akibat lalapan api, mobil berpelat AD 8534 BV hangus. Hanya tersisa kerangkanya. Kemacetan baru dapat terurai lebih dari satu jam setelah bangkai kendaraan berhasil dibawa mobil derek.

"Penyebabnya belum dapat dipastikan. Bisa karena korsleting di pengapian atau faktor-faktor lain. Masih kita selidiki," ujar Ipda Budi.

(try/try)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads