Pantauan detikcom, Jumat (1/8/2014), terdapat belasan pedagang karpet yang menggelar lapak di atas trotoar kawasan pasar Gembrong. Kehadiran mereka menjadi pilihan lain selain mainan anak-anak yang menjadi primadona di pasar traditional ini.
"Kalau peningkatan dibanding tahun lalu tak begitu berbeda. Tetapi dibanding hari biasa kita cuma bisa jual 3 sampai 5 karpet, kalau libur lebaran bisa mencapai dua kali lipatnya. Kalau bicara omset kalau dipukul rata bisa Rp 15 juta perhari," ujar salah satu pedagang karpet Bowo di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya seminggu sebelum dan sesudah lebaran itu banyak pembeli, setelah itu kayak biasa lagi sepi deh," tutur pria yang pernah ke Malaysia sebagai TKI.
Namun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Penjualan karpet menjadi lebih sulit lantaran sudah banyak pedagang mainan yang beralih jualan karpet.
"Palingan tahun ini kita sedikit sulit jualnya karena tahun lalu kalau yang jual cuma 5 sampai 6 lapak, sekarang sudah banyak," ujarnya.
Bowo mengaku tak takut barang dagangannya tak habis terjual. Pasalnya ia memiliki strategi sendiri dalam menjual.
"Kita nggak takut bersaing karena persaingannya masih sehat, ibaratnya kita berani cuci gudang untuk barang lama, jadi pembeli banyak yang kemari," ungkapnya.
(edo/spt)











































