Pantauan detikcom pukul 13.27 WIB, Jumat (1/8/2014), puluhan mobil milik calon pembeli memadati Pasar Gembrong. Alhasil kendaraan milik mereka parkir di pinggir Jalan Basuki Rahmat. Ditambah lagi kehadiran juru parkir dadakan yang juga mendapat pemasukan ekstra.
"Kalau dibanding tahun lalu dengan tahun ini lebih ramai tahun lalu," ujar Tengku Rahmad salah seorang juru parkir dadakan kepada detikcom.
Hampir mayoritas pedagang di Pasar Gembrong menjual mainan berkualitas. Kehadiran pasar ini menjadi alternatif bagi calon pembeli kelas menengah ke bawah. Barang yang di jual pun tak kalah canggih dengan mainan di mal-mal besar di Jakarta seperti mainan remote control mobil balap, Helikopter hingga boneka beruang ukuran besar.
"Biasanya mereka kesini karena harga mainannya disini sangat bersaing, dan kualitasnya juga nggak kalah dengan mainan di mal," tuturnya.
Pasar Gembrong sendiri dapat dikatakan lokasi alternatif untuk pusat penjualan mainan anak-anak. Namanya pun sudah dikenal seantero Jakarta. Namun amat disesalkan jika kehadirannya pedagang mainan ini tidak bisa tertata dengan baik, jalan raya jadi macet karena banyak pembeli parkir seenaknya.
Ketika di masa kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo masalah ini tak dapat diselesaikan. Maka permasalahan di wilayah pusat penjualan mainan di pasar traditional ini menjadi tugas berat bagi Wakil Gubernur Basuki Tjahaja Purnama.
(edo/gah)











































