"Iya, kondisinya spesial. Kondisi spesial menghadapi Y2K itu," ujar Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara.
"Nah, itu kan dulu kan Y2K itu orang kan nggak tahu apa yang akan terjadi. Jadi ya dalam rangka mengantisipasi lonjakan permintaan terhadap uang, kemudian BI pada saat itu melakukan pencetakan di luar negeri," lanjut Mirza di kediaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Kamis (31/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi BI perlu mengantisipasi kan lonjakan permintaan. Kayak seperti lebaran saja, orang lonjakan permintaan mencetak lebih," jelas Mirza yang enggan menjelaskan lebih detail soal kasus ini dan meminta menunggu Gubernur BI.
Uang yang dicetak adalah Rp 100 ribu sebanyak 550 juta lembar. BI memastikan pihaknya hanya sekali saja mencetak di negeri orang.
(mok/try)











































