Pantauan di lokasi, Kamis (31/7/2014) pukul 05.40 WIB, tampak belasan taksi kosong terparkir di luar kompleks stasiun menunggu penumpang arus balik. Namun ternyata di dalam kompleks, stasiun dipenuhi ratusan orang yang hendak mudik.
Para pemudik ini terkonsentrasi di Tiga gerbang masuk peron. Mereka hendak boarding karena kereta yang mereka tumpangi sudah terparkir di dalam dan siap berangkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya sengaja ambil cuti, terus anak-anak juga masih libur. Cuma tiga hari di Semarang nggak apa-apa yang penting ketemu keluarga," ujar Budiharto yang mengantre di barisan paling belakang.
Budiharto mudik bersama istri dan dua anaknya yang masih kecil menuju Semarang. Ia sengaja memilih hari ini karena menurutnya lebih sepi dan nyaman dibandingkan saat H-7 sampai H-1.
"Enak begini, pulangnya ke Jakarta nggak penuh," kata Budiharto.
Sementara itu, sebuah spanduk berukuran 3 m x 0,5 m terpasang di dekat gerbang utama stasiun. Spanduk dengan lambang Pemprov DKI itu bertuliskan 'Selamat Mudik dan Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1435 H, Jakarta Sudah Padat, Lebih Baik Gotong Royong Membangun Desa.'
Di bagian bawah lambang Pemprov DKI juga dibubuhkan tulisan 'Wujudkan Jakarta Baru Jakarta Maju'. Entah apa maksud spanduk itu dengan tulisan Jakarta Sudah Padat, karena Wakil Gubernur DKI Basuki T Purnama memperbolehkan para pemudik membawa sanak saudara ke Jakarta, asal memiliki keterampilan, modal dan pengetahuan.
(vid/rvk)










































