Menbudpar Minta Perayaan Tahun Baru Tak Dibatalkan
Kamis, 30 Des 2004 18:03 WIB
Jakarta - Imbauan sejumlah elemen masyarakat agar pesta tahun baru dibatalkan, tampaknya tidak terlalu digubris pemerintah. Menteri Kebudayaan Pariwisata Jero Wacik hanya mengimbau pihak penyelenggara tetap menjalankan rencananya, tapi menyelipkan doa untuk korban gempa dan tsunami di Aceh dan Sumut sebelum acara dimulai."Saya mengimbau dalam menyongsong pergantian tahun karena sudah banyak yang mempersiapkan acara untuk tetap memberi ruang kepada pelaksana tahun baru dengan beberapa catatan, pada saat pergantian didahului dengan doa untuk Aceh," kata Wacik dalam jumpa pers dikantornya, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Kamis, (30/12/2004).Pelaksanaan acara pesta tahun baru, menurutnya, harus tetap berjalan dengan melihat kondisi perekonomian kita yang tetap harus berjalan. Selain itu, mereka juga diminta menyambut tahun baru dengan sederhana sesuai dengan keprihatinan untuk menutup tahun, dan di setiap acara juga diimbau untuk diadakan dompet sumbangan bagi korban yang nantinya akan di cek pelaksanaannya, dilakukan atau tidak.Sementara mengenai prospek pariwisata mejelang tahun baru terkait dengan musibah tsunami, Wacik menilai sangat baik mengingat beberapa tujuan wisata wisman, seperti Phuket dan Langkawi juga terkena tsunami."Saya sudah mendapat laporan permintaan untuk mendapatkan visa dari wisatawan yang ingin pindah tempat tujuan tahun baru. Diperkirakan akan ada 100 ribu turis yang akan datang akibat pindah tujuan itu. Kami akan bekerja sama dengan Departemen Hukum dan HAM untuk mengurus visa mereka yang rata-rata menggunakan visa ad hoc," paparnya.Dia lalu memaparkan hingga Oktober 2004 jumlah wisatawan mancanegara tercatat 384.310 orang, atau naik sebesar 7,93 persen dibanding periode yang sama tahun lalu, dan devisa yang diperoleh melalui pengeluaran wisman selama di Indonesia diperkirakan mencapai 346,52 juta dolar AS atau mengalami peningktan 7,68 persen. Sementara secara kumulatif (januari-Oktober) jumlah devisa yang masuk mencapai 3,429 miliar dolar AS.Sementara itu, untuk meningkatkan pariwisata Indonesia di tahun 2005, Wacik mengatakan, pihaknya akan meningkatkan promosi pariwisata dan memperbaiki setiap bandara yang ada di Indonesia dengan bekerja sama dengan pihak terkait seperti Menneg BUMN dan Menhub.Selain itu, juga akan menggunakan jasa calon TKI yang akan dibekali dengan brosur-brosur tentang Indonesia. "Dan kami telah menyiapkan brosur itu dalam bahasa arab karena para TKI sebagian besar tujuannya ke Timur Tengah. Kami sudah menyiapkan MoU dengan Depnaker dalam rangka menitipkan promosi brosur pariwisata kepada para TKI itu," ungkapnya.Selain itu, lanjut Wacik, pihaknya juga akan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan visa on arrival, di mana khusus untuk Bandara Ngurah Rai Bali akan ditambah jumlah counter pelayanan dari 10 menjadi 32 buah.Disamping itu, pihaknya juga akan meningkatkan arus kunjungan wisatawan asal Cina, India dan Timur Tengah. Khusus untuk wisatawan Cina akan dilakukan langkah-langkah dengan mempermudah pengurusan visa selain di KBRI Beijing, tapi juga di Guangzhou, di mana jumlah wisatawannya sangat besar.
(umi/)











































