Selain pusat perbelanjaan yang dipenuhi pendingin ruangan dan restoran berkelas, Pasar Gembrong juga tak kalah ramai dibandingkan pusat perbelanjaan tersebut. Tampak dari satu jalur yang dialihfungsikan menjadi parkiran motor dan mobil sepanjang 300 meter di Jl Jenderal Basuki Rahmat, Jakarta Timur, Rabu (30/7/2014).
Pasar yang dikenal dengan mainan dan karpetnya itu ramai dipenuhi sekitar ratusan warga Jakarta yang berbelanja bersama keluarga. Namun sayang, keramaian ini berimbas pada tumpahnya dagangan para pedagang hingga ke trotoar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak hanya pedagang mainan dan karpet yang memanfaatkan fasilitas umum untuk keuntungan pribadi, pedagang makanan bergerobak pun turut memanfaatkan fasilitas bagi pejalan kaki itu.
Beberapa pedagang makanan bergerobak ada yang sampai menjajakan dagangannya di jalur paling kiri jalan raya. Sementara pembelinya dibiarkan duduk di kursi plastik atau trotoar di bawah rindang pohon.
Menurut warga sekitar, hal ini biasa terjadi di hari libur atau akhir pekan. Sehingga tak ada yang merasa terganggu dengan keberadaan PKL di trotoar atau parkiran di jalur kiri jalan raya. Padahal, Pemprov DKI telah menertibkan PKL yang memakan trotoar pada awal tahun ini.
"Ah, ini kan masih libur lebaran, nggak apa-apa. Cuma setahun sekali ini saja," ujar Faisal yang terkadang tampak membantu mobil yang parkir atau meninggalkan Pasar Gembrong.
Pantauan pada pukul 10.20 WIB, tak tampak petugas Satpol PP di lokasi yang bisa menertibkan para PKL itu. Juga tak ada tanda dilarang parkir kecuali hari libur di ruas jalan tersebut.
(vid/spt)










































