Majelis Mujahidin Kirim 80 Relawan ke Aceh

Majelis Mujahidin Kirim 80 Relawan ke Aceh

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 17:48 WIB
Yogyakarta - Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) akan mengirimkan 80 orang relawan ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). Sebanyak 30 orang anggota Laskar Mujahidin dari Medan (Sumatra Utara) telah diberangkatkan ke Aceh. Sisanya akan diberangkatkan bersama relawan dari mahasiswa Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. "Saat ini sebanyak 30 relawan anggota Mujahidin sebagai relawan perintis dari Medan sudah tiba di Aceh untuk membantu evakuasi korban," kata Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI, Irfan S Awwas kepada wartawan di kantor MMI, Jl. Veteran, Yogyakarta, Kamis (30/12/2004).Relawan yang dikirimkan ke Aceh berikutnya, kata Irfan, adalah 50 orang relawan yang mempunyai keahlian sebagai tenaga medis, juru dakwah dan laskar evakuasi. Relawan yang dikirimkan saat ini telah dibekali obat-obatan, membawa makanan siap santap serta kain kafan.Saat ini, relawan anggota MMI yang sudah siap diberangkatkan ke Aceh dari Yogyakarta berasal dariSolo, Temanggung, Yogyakarta, Kebumen, Klaten, Magelang dan Purworejo. Meski MMI mempunyai banyakrelawan yang siap dikirim ke Aceh, namun karena terbatasnya dana, untuk sementara MMI baru bisamemberangkatkan 80 orang. Menurut Irfan, berdasarkan laporan tim pendahulu yang telah tiba di Aceh, kebutuhan korban bencana memang sangat kompleks. Namun kebutuhan yang paling mendesak berupa bantuan makanan/air minum, obat-obatan dan pakaian."Selain itu tenaga da'i dan ulama sebab kondisi mental dan spriritual para korban saat ini sudah drop sehingga perlu tenaga da'i untuk memberikan bimbingan keagamaan," kata Irfan didampingi Sekretaris Umum MMI, Shobarin Syakur.Irfan mengatakan, untuk memberikan bantuan tenaga, pihaknya telah bekerjasama dengan tim Mer-C dan tim perintis. Soal penempatan relawan akan dikoordinasikan dengan tim Mer-C, baik di Meulaboh, Lhoksumawe dan Banda Aceh.Selain itu, kata Irfan MMI, juga mengeluarkan seruan dan maklumat tentang kewajiban umat Islam untuk membantu masyarakat yang terkena musibah terutama di Aceh. Maklumat itu berisi kewajiban umat Islam di Indonesia untuk memberikan bantuan dalam bentuk apapun terhadap masyarakat Aceh.Menurut dia, pemerintah bersama rakyat harus melakukan konsolidasi dalam menanggulangi dampak bencana. Pemerintah hendaknya juga mengimbau dan menindak tegas pengusaha, pelaku transportasi dan pihak mana pun yang ingin mengeruk keuntungan dari derita masyarakat Aceh.MMI juga menyerukan agar Pemerintahan SBY tidak hanya menjadikan bencana ini sebagai duka nasional melainkan sebagai ajang introspeksi diri sekaligus sebagai peringatan dari Allah. Irfan mengatakan pemerintahan SBY terlihat lamban dan tidak sigap menangani kasus ini. Bahkan saat ini untuk mengirim bantuan makanan dan relawan saja pemerintah kerepotan dengan alasan pesawat tertahan."Bencana ini sudah memasuki hari kelima, pesawat yang digunakan untuk membagi-bagikan obat-obatan dan makan hanya satu buah. Mestinya semua potensi dikerahkan dan tidak bisa ditunda-tunda lagi. Jangan sampai korban semakin banyak," demikian Irfan S. Awwas. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads