Bagi pengendara yang tak paham 'jalur tikus' guna menghindari antrean kendaraan di persimpangan Gadog, jasa petunjuk jalan yang ditawarkan warga sekitar mungkin bisa membantu.
Ini yang terlihat di tengah padatnya kendaraan selepas keluar gerbang Tol Ciawi, Bogor. Banyak pemuda yang menawarkan jasa memandu kendaraan yang terjebak macet saat menuju ke Puncak. Seperti apa jalur alternatif yang mereka tawarkan?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat itu kondisi jalanan macet panjang. Bagol dengan sigap menghampiri tiap mobil menawarkan jasa memandu pengendara menuju Puncak lewat jalur alternatif. Ia mematok tarif mulai Rp 60-100 ribu rupiah.
Saat itu pengendara mobil pelat B terlihat setuju dipandu Bagol setelah tawar menawar harga. Bak polisi lalu lintas, ia memandu mobil tersebut keluar dari tengah kemacetan ke pinggir jalan.
Setelah mobil itu berhasil keluar dari tengah kemacetan, Bagol menaiki motor maticnya dan memandu mobil tersebut melewati jalur alternatif yang telah dijanjikan.
Jalur alternatif yang ditawarkan Bagol tersebut melewati Perkampungan Gadog Pandansari, Desa Pandansari, Ciawi, Bogor. Jalannya cukup sempit, hanya bisa dilewati oleh satu mobil.
Sepanjang jalur alternatif itu, ada banyak 'pak ogah' yang menghadang. Mereka berjumlah 5-7 orang berdiri di pinggir atau tikungan jalan. Setiap pengendara yang melintas dimintai uang receh Rp 1.000-2000.
Ketika melintas di jalur alternatif ini, jalanannya di awal sedikit rusak sekitar 200 meter. Namun setelahnya, jalanan mulus. Saat itu terlihat cukup banyak kendaraan yang dipandu melewati jalur tersebut.
Jalur alternatif ini berujung di Jalan Raya Puncak Km. 12. Namun sayangnya, pengendara harus kembali bersabar karena jalanan masih padat merayap.
Kemacetan masih terjadi di jalur arah Puncak, Cisarua hingga dini hari pukul 00.35, Rabu (30/7/2014). Kendaraan baik roda dua maupun 4 berjalan lamban merayap selepas Gadog. Sesekali kendaraan yang didominasi plat B, terhenti dan berjalan tersendat.
(bar/vid)










































