"Kalau terlalu murah, orang akan masuk semua, malah akan menimbulkan kemacetan," kata Bambang dalam siaran pers, Selasa (29/7/2014).
Menurut Bambang, jika terlalu mahal tarf jalan berbayar itu juga tidak terlalu bagus. Sehingga ia menyarankan agar Pemprov DKI melakukan survei untuk menemukan tarif ideal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Survei itu terkait kemampuan untuk membayar ERP dan keinginan untuk membayarnya. Hal ini yang menjadi perhatian sang wakil menteri itu.
"Willingness to pay dan ability to pay, kedua hal tersebut harus terjadi," tutup Bambang.
Sistem ERP ini sendiri telah diujicoba Pemprov DKI di Jl Sudirman pada 15 Juli 2014 lalu. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama pun mengaku puas dengan hasil uji coba ini.
"Prinsipnya, itu sudah bagus, bisa mendeteksi kendaraan yang lewat berapa. Ini sudah bagus banget," kata pria yang akrab disapa Ahok tersebut pada 16 Juli lalu.
(vid/vid)











































