Mereka menawarkan jasa menjadi penunjuk jalan alternatif bagi pengendara yang lelah mengendarai mobil dengan laju jalan merayap."Puncak, Puncak, Taman Safari alternatif," begitu bujukan para penawar jasa seperti ditemui detikcom selepas pintu Tol Ciawi Selasa (29/7/2014).
"Lewat atas-lewat atas," kata si penawar sambil mengangkat tangan menunjukkan jalur kecil di sisi kiri tol.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rp 100 ribu," kata seorang penawar menghampiri mobil sedan putih.
Pengemudi wanita di mobil berplat B langsung menawar harga yang dipatok. "Rp 50 ribu ya," ujarnya menego, namun ditolak penawar jasa.
"Rp 70 ribu saja," katanya.
Setelah deal, mobil diarahkan untuk memutar balik di sisi kiri dan masuk ke jalur perkampungan dengan dikawal penunjuk jalan yang menggunakan motor.
Deretan penawar jasa ini juga banyak berdiri di KM 46. Arus lalu lintas pada pukul 22.55 WIB masih bergerak merayap. Kondisi ini terjadi karena sebelumnya terjadi penumpukan kendaraan jelang gerbang keluar Tol Ciawi karena petugas memberlakukan jalur satu arah dari Puncak ke Jakarta.
"Jalur sudah dinormalkan," kata Kasat Lantas Polres Bogor AKP Muhammad Chaniago saat dikonfirmasi.
Kendaraan mulai bergerak sekitar pukul 22.17 WIB. Sebelumnya, mobil yang didominasi plat asal Jakarta antre sepanjang 2 kilometer di gerbang Tol Ciawi yang membuat banyak pengendara turun dari mobil. Petugas Jasa Marga melalui pengeras suara mobil patroli juga berulangkali memberitahukan pengendara jalur Puncak sudah dibuka.
(bar/vid)










































