Suka Duka Pelajar STTD Ketika Bertugas Posko Mudik Kemenhub

Suka Duka Pelajar STTD Ketika Bertugas Posko Mudik Kemenhub

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2014 19:53 WIB
Suka Duka Pelajar STTD Ketika Bertugas Posko Mudik Kemenhub
Edward/detikcom
Jakarta - Sebagian besar masyarakat, terutama pelajar, di Indonesia merayakan lebaran dengan berkumpul bersama keluarga. Tapi tidak untuk pelajar dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) ini.

Ida Ayu Della, Taruni STTD tingkat dua ini membeberkan kisah suka duka selama jaga posko mudik lebaran di Kemenhub. Menurut Ida, bekerja melayani di tengah suasana lebaran tak melunturkan semangat silahturahmi.

"Di sini senang-senang saja karena kita masih pelajar, dapat kesempatan bisa dekat senior untuk lapangan pekerjaan, apalagi selalu ada makan gratis," ujar Ayu saat berbincang-bincang dengan detikcom di gedung Kemenhub, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/7/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Ayu, dirinya secara sukarela membantu para senior mengumpulkan berbagai informasi seputar arus mudik 2014. Dalam satu hari, ia berada di posko Kemenhub itu selama 12 jam.

"Disini kerjanya dibagi menjadi dua shift, shift pagi dan shift malam per 12 jam sekali. Ketika disini kita bisa mengerti tidak sekedar teori bagaimana bekerja," imbuh Ayu.

Ayu mengatakan meski kehilangan waktu libur dan berkumpul bersama keluarga, ia tetap senang menjalani tugasnya. Terlebih, ada THR tambahan yang akan didapatnya.

"Suka dapat THR, kalau dekat dengan senior dijajanin, dukanya jatah liburan bekurang. Kita bekerja mengabdi negara. Terobati dengan THR yang menggiurkan, apalagi kita masih kuliah," tutur Ayu.

Senada dengan Ayu, Ibrahim taruna STTD tingkat dua juga mengalami hal yang sama. "Sama seperti Ayu, di sini kita selalu senang," ujar Ibrahim.

Walau begitu, Ibrahim mengaku piket malam di posko mudik Kemenhub selalu diwarnai kunjungan pejabat yang selalu mendadak. Sehingga ia harus terjaga dan mempersiapkan segala informasi yang akan ditanyakan pejabat tersebut.

"Kalau malam hari, kita harus terjaga, apalagi kalau ada kunjungan pejabat, karena pejabat tidak tentu. Mereka suka dadakan," tuturnya.

Ibrahim menceritakan, ia pernah tidur di kolong meja karena tak kuat menahan kantuk saat seorang pejabat melakukan sidak. Jika mengingat peristiwa itu, ia mengaku malu dan tak mau mengulangi kembali.

"Langsung kaget dan buru-buru duduk di kursi begitu tahu ada pejabat datang. Teman saya, dia masih saja tidur sampai mulutnya terbuka begitu. Besok-besok, harus siap sedia makanan sama kopi biar nggak ngantuk kayak waktu itu," tuturnya dengan santai.

(edo/vid)


Berita Terkait