Di sebuah rumah sederhana di tengah tanah lapang bekas sebuah pabrik di Jalan Imam Bonjol nomor 102 Semarang Kelurahan Pandansari Kecamatan Semarang Tengah didirikan tenda untuk menyambut kedatangan jenazah Bripda Yoga. Sanak keluarga dan kerabat sudah mulai berdatangan ke rumah yang berada di sebelah utara dari Stasiun Poncol itu.
Paman korban, Jimmy Spen Ansanay (51) mengatakan terkejut saat mendengar berita tewasnya Bripda Yoga hari Senin (28/7/2014) kemarin dari anggota polisi. Ia yang saat itu masih berada di Papua langsung mengabari keluarga dan bergegas menuju Semarang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jimmy menambahkan, Bripda Yoga sudah mulai bertugas sejak bulan Maret tahun 2012 setelah sebelumnya menjalani pendidikan selama tujuh bulan. Alumnus SMK 10 Semarang itu juga pernah berencana akan pulang ke Semarang Agustus atau September.
"Dia sudah dua kali pulang, pertama saat ibunya meninggal dan mengantar teman ke Semarang. Kemudian kata teman sekolahnya di SMK dia berencana pulang Agustus atau September," tandas pria yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum di kabupaten Sarmi, Papua.
Rencananya jenazah putra ke dua dari tiga bersaudara Hengky Ginuny akan diterbangkan dari Papua hari Rabu (30/7) besok pukul 12.00 WIT. Sesampainya di Semarang, jenazah akan dimakamkan di pemakaman Jomblang.
"Rencananya dimakamkan Rabu besok di dekat makam ibundanya," jelas Jimmy.
Diketahui, 8 personel polisi berangkat dari Polres Lanny Jaya dengan menggunakan mobil, Senin (28/7) kemarin. Rombongan akan melakukan sambang desa di kampung Indawa dan Makki (60 km dari Tiom). Belum sampai tujuan, sekitar pkl 12.10 Wit, mereka diberondong sekelompok orang tak dikenal di kampung Nambume.
Selain Bripda Yoga, Bripda Zulkifly juga tewas. Sementara itu, 2 lainnya terluka dan 4 selamat. Korban luka yaitu Bripda Alex Numberi dan Briptu Helskia Bonyadone yang dirujuk ke RS Bhayangkara Jayapura.