Kota Dumai letaknya di pantai timur Sumatera yang menghadap ke Selat Malaka. Kota yang berjarak 200 km utara Pekanbaru ini, sejak lebaran pertama diselimuti asap.
"Asap kebakaran hutan akan tampak jelas kalau pagi hari. Jarak pandang mulai terbatas. Namun siang hari asap mulai menghilang," kata Ardianto (35) salah seorang warga Dumai kepada detikcom, Selasa (29/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Atap rumah banyak terlihat debu. Ini karena imbas dari kebakaran lahan dan hutan," kata Ardianto.
Di kawasan Dumai saat ini juga terdapat kawasan yang terbakar. Kawasan yang terbakar itu justru mengepung kota.
"Dari dulu urusan kebakaran hutan dan lahan tak pernah tuntas di Riau. Malah tahun ini bisa sampai dua kali," keluh Ardianto.
Untuk sekedar diketahui, pada Februari lalu, Riau juga diselimuti asap pekat. Selama dua bulan langit Riau gelap. Jalur transportasi udara sempat lumpuh total.
Presiden SBY juga sempat mengirimkan 1.500 pasukan dari Mabes TNI untuk dikirim ke Riau. Anggota TNI bertugas memadamkan kobaran api di sejumlah kabupaten di Riau.
Anehnya, hanya hitungan 4 bulan saja, kebakaran yang sama kembali terjadi.
(cha/try)











































