Dilema Penentuan Besaran Zakat Fitrah di Amerika

ADVERTISEMENT

Laporan dari AS

Dilema Penentuan Besaran Zakat Fitrah di Amerika

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2014 10:39 WIB
Foto: Shohib Masykur/detikcom
Washington DC - Ada yang menarik dari pembagian zakat fitrah di Amerika Serikat. Saat menentukan besaran zakat, amil zakat menghadapi dilema mengenai standar bahan makanan pokok yang harus digunakan dan besaran zakat.

Dilema pertama terkait dengan definisi makanan pokok. Seperti diketahui, berdasarkan ajaran Nabi, besaran zakat fitrah adalah satu sha' makanan pokok. Di Indonesia, satu sha' disetarakan dengan 2,7 kg beras. Dengan demikian, jika ada orang yang ingin memberikan zakatnya dalam bentuk uang, maka nominalnya adalah setara dengan harga 2,7 kg beras.

Di Indonesia, pembandingan semacam itu sederhana karena mayoritas orang memakan beras. Namun makanan pokok orang Amerika bukanlah beras, meskipun bagi orang Indonesia yang tinggal di Amerika beras tetap menjadi sajian utama. Karena itu, penentuan standar makanan pokok yang digunakan sebagian tolok ukur bisa berbeda-beda.

"Di sini fiqih (hukum Islam)-nya macam-macam. Ada yang pakai gandum, itu zakatnya cuma lima dolar. Ada yang pakai sandwich, itu tujuh dolar," kata Presiden Indonesian Muslim Association in America (IMAAM), Arif Mustofa, kepada detikcom, Senin, (28/7/2014).

Karena perbedaan tersebut memicu kebingungan, akhirnya lembaga-lembaga masjid setempat berkumpul untuk membahas dan menyamakan standar. Dari hasil pembahasan, disepakati bahwa standar yang digunakan adalah biaya rata-rata makan satu orang, dengan catatan nominalnya harus di atas harga makanan pokok satu sha'.

"Dari perhitungan itu, akhirnya kita sepakati angka 10 dolar per orang," kata Arif.

Angka 10 dolar tersebut telah digunakan semenjak tiga tahun terakhir. Sebelumnya, besaran zakat dipatok 7,5 dolar.

Persoalan kedua adalah berkaitan dengan standar daerah. Sebagian zakat fitrah warga Indonesia di Amerika tersebut disalurkan ke Indonesia. Dengan demikian, terdapat perbedaan standar nilai zakat antara pemberi dan penerima zakat, mengingat harga bahan makana pokok di Indonesia lebih kecil ketimbang di Amerika. Standar mana yang harus dipakai, apakah standar pemberi zakat (Amerika) atau penerima zakat (Indonesia)?

"Karena akadnya di sini, kita menggunakan standar pemberi zakat. Mengenai penyalurannya di Indonesia, kami serahkan kepada lembaga amil zakat yang ada di sana," kata Arif.

Dengan kurs saat ini, maka nominal zakat di Amerika sebesar 10 dolar sekitar 4 kali lipat lebih tinggi dibanding Indonesia yang barada pada kisaran Rp 25 ribu.

(try/try)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT