Melihat 'Gairah' Perayaan Idul Fitri di Negara Adidaya

Laporan dari AS

Melihat 'Gairah' Perayaan Idul Fitri di Negara Adidaya

- detikNews
Selasa, 29 Jul 2014 10:09 WIB
Melihat Gairah Perayaan Idul Fitri di Negara Adidaya
Foto: Shohib Masykur/detikcom
Washington DC -

Fajar sudah cukup lama berselang saat gema takbir memecah kesunyian pagi di suatu sudut di Amerika Serikat. Satu per satu orang mulai berdatangan menuju sebuah gedung sekolah menengah atas yang terletak di kota Rockville, negara bagian Maryland, tak jauh dari kota Washington DC.

Sebagian dari mereka yang perempuan mengenakan kerudung, sementara sebagian yang laki-laki mengenakan peci dengan kemeja lengan panjang warna putih. Di gedung sekolah itu, lebih dari seribu warga muslim Indonesia melangsungkan salat Idul Fitri.

Gedung yang sedang kosong karena libur musim panas itu memang disewa khusus untuk menyelenggarakan salat Idul Fitri karena ukurannya yang cukup luas untuk menampung ribuan orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Gedung ini sudah dipesan dua bulan sebelumnya. Kita mencari tempat yang muat untuk menampung seluruh warga muslim Indonesia yang ingin melaksanakan salat Idul Fitri," kata Presiden Indonesian Muslim Association in America (IMAAM), Arif Mustofa, kepada detikcom, Senin, (28/7/2014).

IMAAM merupakan organisasi keagamaan yang mewadahi masyarakat muslim Indonesia yang tinggal di Washington DC dan sekitarnya. Organisasi yang didirkan pada tahun 1993 inilah yang menjadi koordinator penyelenggaraan salat Idul Fitri tersebut.

"Kita harus adu cepat dengan masyarakat muslim dari negara lain karena mereka juga ingin memakai tempat untuk salat," kata Arif.

Selama sebulan puasa, IMAAM mengoordinasikan kegiatan buka puasa dan tarawih bersama di masjid. Selain itu, IMAAM juga mengoordinasikan pembagian zakat fitrah dan zakat mal untuk mereka yang ingin menyalurkannya lewat panitia.

Zakat fitrah tersebut disalurkan lewat tiga jalur, yaitu ke mustahiq (penerima zakat) lokal yang tinggal di wilayah Washington DC dan sekitarnya, ke yayasan sosial di Indonesia, dan ke lembaga amil zakat di Indonesia. Adapun untuk zakat mal, pengelolaannya tidak sama setiap tahun, tergantung keputusan komite zakat yang dibentuk oleh IMAAM.

"Untuk zakat mal tahun ini komite belum memutuskan mau disalurkan ke mana, masih akan dibahas," kata Arif.

Salat Id dimulai pada pukul 10.15 dan dilanjutkan dengan khutbah hingga pukul 11.30. Selanjutnya warga beramah tamah seperti pada umumnya dilakukan di Indonesia. Tak sampai dua jam kemudian, warga kembali berkumpul untuk menghadiri open house di wisma Duta Besar RI untuk Amerika Serikat di kawasan Tilden, Washington DC.

(try/try)


Berita Terkait