"Saya berkali-kali turun. Bulan puasa, pas malam turun ke Jembatan Merah untuk ngobrol informal saja, tidak pernah formal. Saya jalan kaki dari balai kota," cerita Bima kepada wartawan saat menghadiri open house Hatta Rajasa di Fatmawati, Jakarta Selatan, Senin (28/7/2014).
Hasil dari dialog tersebut, para PKL bersedia pindah ke tempat yang telah disediakan yaitu di Jl Mayor Oking, Jl Dewi Sartika, dan Jl Veteran. Bima berharap para PKL itu tidak kembali ke pinggir jalan lagi meski belum bisa menjamin efektifitas caranya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada saat malam takbiran kemarin, Bima juga turun langsung. Ia membereskan lapak-lapak penjual yang ditinggal mudik.
"Itu PKL ninggalin lapaknya jadi acak -acakan. Kalau tidak dibereskan nanti berantakan pas lebaran," tuturnya.
Bima yang baru dilantik pada 7 April 2014 lalu ini mengaku hanya menggunakan biaya operasional untuk program relokasi PKL ini. Ia berharap ini akan bertahan lama.
"Tahun 2007 waktu wali kota yang lama, anggarkan Rp 10 miliar tapi hanya bertahan 2 bulan. Sekarang hanya dengan anggaran operasional saja," ucapnya.
(imk/spt)











































