Selaku khatib pada kesempatan tersebut adalah Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah, Prof Dr H Masykuri Abdillah. Dalam khotbah usai salat Id, Masykuri menekankan pada pentingnya menghormati sesama manusia.
"Allah tak pernah menggunakan kata 'memerangi', Allah selalu menyerukan agar kita menghormati baik dalam kebangsaan, agama, ras, dan suku. Islam mengakui kemajemukan yang merupakan Sunnatulah dan harus dipraktikan dalam dakwah," tutur Masyuri di hadapan Presiden RI SBY, Senin (28/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan ekses. Dengan berbagai latar belakang budaya dan interaksi tempat bisa juga terjadi prasangka gesekan atau konflik. Ada kalanya berlatar ekonomi, politik, dan agama," lanjut dia.
Gesekan yang dikaitkan dengan kabar miring soal agama biasanya yang paling cepat menyebar. Padahal belum tentu kabar tersebut benar adanya.
"Memang di era ini banyak ekspresi hak dan kewajiban. Termasuk pula ekspresi liberal. Tetapi yang terpenting kita harus berdakwah menyampaikan pesan damai," tutup Masykuri.
(bpn/try)











































