"Angkasa Pura 2, pengelola bandara juga akan segera membuat Posko untuk menampung pengaduan dan menindaklanjuti serta menghubungi Tim Sidak bila ditemukan ada praktek pemerasan lagi," kata Bambang, Senin (28/7/2014).
Menurut Bambang, sidang yang dilakukan akhir pekan lalu dipilih Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) karena bandara ini show case pertama Indonesia di mata dunia, selain menyelamatkan TKI sang penghasil devisa dari pemerasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Otoritas Angkasa Pura 2 sudah memutuskan untuk membentuk Tim Khusus untuk memastikan tidak ada lagi pihak yang tidak memiliki izn khusus berada di ruangan surveyor penumpang TKI serta akan melakukan tindakan tegas atas hal itu. Begitupun jika ada petugas Angkasa Pura yang terlibat serta program quick wins lainnya," urai dia.
Sedang pelaku yang ditangkap pada akhir pekan lalu, untuk pelaku oknum Polri dan TNI diserahkan pada provost masing-masing institusi agar kasusnya ditindaklanjuti.
"Para premannya akan dikenakan sanksi yang lebih tegas bila mengulangi tindakannya. Dan sttategi KPK melakukan shocking via Sidak adalah pendekatan Soft Enforcement melalui penegakan compliance Aturan. Itu ditujukan sebagai bagian awal membangun sistem governance untuk membereskan keruwetan di bandara melalui kasus TKI menjadi World Class," tuturnya.
Selain itu juga, dukungan dari masyarakat perlu terus dilakukan karen program Sidak barulah awal saja an program strategis lainnya.
"KPK sendiri dalm waktu dekat akan mempresentasikan hasil kajiannya dan usulkan langkah strategis lainnya paska Sidak ini," tutupnya
(ndr/vid)











































