Seperti yang tampak di Jl KH MAS Mansyur, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (28/7/2014) pukul 00.20 WIB. Puluhan pemuda itu merayakan takbiran tidak hanya dengan menabuh bedug dan memekikan takbir.
Lusinan petasan di tangan mereka siap dinyalakan di tengah jalan dan mengganggu arus kendaraan baik dari arah Kuningan menuju Tanah Abang atau sebaliknya. Petasan yang mereka nyalakan tidak tanggung-tanggung ukurannya, ada yang berdiameter 5 cm dengan panjang 10 cm dan ada pula yang berdiameter 10 cm dengan panjang 20 cm.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iya, kan emang udah tradisi kaya gini tiap tahunnya. Soalnya ada lomba takbir jadi rame," ujar salah seorang warga sekitar yang tengah menonton acara takbiran di sekitar lokasi kepada detikcom.
Saat memasang petasan, kelompok pemuda menghentikan laju kendaraan. Ada beberapa orang yang meletakkan petasan di tengah jalan dan menyulutnya. Usai petasan meledak, mereka kembali mengijinkan mobil ataupun motor untuk melintas kembali. Para pemuda ini pun lalu berjoget dan meneriakkan takbir.
Sebagian anak muda ini ada juga yang saling melemparkan petasan kecil-kecil ke arah temannya. Mereka ada yang menaruh petasan di bawah kaki temannya yang sedang lengah atau sekedar melempar mendekati posisi temannya yang sedang berdiri.
Selain aksi petasan yang terus menggema diiringi takbir, tabuhan bedug juga terus mengumandang. Padahal ada lomba takbir antar RW yang diadakan di Tanah Abang untuk meminimalisir kegiatan negatif tersebut.
(ear/vid)











































