Ratusan warga Kecamatan Mlati, Sleman, Yogyakarta, merayakan malam takbiran dengan berjalan kaki mengelilingi seluruh desa. Mereka juga membawa obor, lampion, dan miniatur masjid ketika berkeliling.
"Kayak karnaval dan ini cenderung setiap tahun. Mereka jalan kaki semua, ramai penuh, ratusan orang satu Kecamatan Mlati keluar semua," kata salah satu warga Mlati bernama Heri Yuliansyah kepada detikcom, Minggu (27/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu sekitar 300 orang lebih dan mereka membawa macam-macam," ujar warga Cilacap bernama Anggit Prasetyo.
Jika di Yogya dan Cilacap warga melakukan pawai dengan berjalan kaki, di Jember warga berkumpul di alun-alun depan kantor bupati. Ratusan warga Jember dan sekitarnya itu menikmati malam takbiran bersama keluarga dengan menyaksikan kembang api.
"Kebiasaanya sekitaran Jember kumpul semua di alun-alun ini. Kembang api yang paling banyak, lalu anak kecil main balon dan lampu-lampu serta makanan kecil. Ini intinya lebih ke kumpul," kata warga Jember bernama Rizki.
Terbang ke Pulau Sumatera dan tiba di Pekanbaru, Riau, suasana malam takbiran dimeriahkan oleh pawai meriah ratusan mobil berhiaskan bedug, masjid, lampu-lampu lampion dan masih banyak lagi mengelilingi kota melayu itu. Pawai meriah ini berhasil mencuri perhatian warga Pekanbaru yang turut memeriahkan malam takbiran.
"Ini konvoi ratusan kendaraan hias dari instansi Pemkot, dinas, badan, kecamatan, kelurahan, perwakilan masjid dan organisasi. Ada kembang api juga," ujar peserta konvoi bernama Rudi.
Heri, Anggit, Rizki dan Rudi mengambil gambar meriahnya takbiran di lokasi mereka masing-masing menggunakan kamera ponsel. Mereka lalu mengunggahnya ke pasangmata.com.
(vid/try)











































