"Perbedaan penentuan tanggal yang ada bukan karena ada aliran ini dan itu, tapi karena perbedaan metode saja," ujar Lukman usai sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2014).
Metode yang dimaksud adalah dengan cara hisab dan rukyat. Oleh karena itu Kemenag bersama MUI sepakat akan mengadakan pertemuan untuk menemukan persamaan.
"Di dalam hisab dan rukyat juga ada varian-variannya lagi. Ini makanya kita dan MUI dan ormas-ormas sepakat mengadakan pertemuan untuk menemukan metode yang sama," kata Lukman.
Selain metode, definisi hilal pun terkadang berbeda-beda. Sebagian kelompok memiliki pemaknaan tersendiri mengenai hilal.
Sementara itu meskipun ormas Muhammadiyah melaksanakan ibadah puasa lebih dahulu dari ketentuan pemerintah, kali ini merayakan Idul Fitri di hari yang sama. Ketum Muhammadiyah sekaligus Ketum MUI Din Syamsuddin juga sepakat untuk melakukan pertemuan persamaan persepsi.
(bpn/rvk)











































