Kementerian Agama menggelar sidang isbat dengan hasil 1 Syawal 1435 H jatuh pada hari Senin, 28 Juli 2014. Meski demikian Menag Lukman Hakim menghargai bila ada sebagian kalangan yang merayakan Idul Fitri di hari yang berbeda.
"Perbedaan penentuan tanggal yang ada bukan karena ada aliran ini dan itu, tapi karena perbedaan metode saja," ujar Lukman usai sidang isbat di Kantor Kementerian Agama, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Minggu (27/7/2014).
Metode yang dimaksud adalah dengan cara hisab dan rukyat. Oleh karena itu Kemenag bersama MUI sepakat akan mengadakan pertemuan untuk menemukan persamaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain metode, definisi hilal pun terkadang berbeda-beda. Sebagian kelompok memiliki pemaknaan tersendiri mengenai hilal.
Sementara itu meskipun ormas Muhammadiyah melaksanakan ibadah puasa lebih dahulu dari ketentuan pemerintah, kali ini merayakan Idul Fitri di hari yang sama. Ketum Muhammadiyah sekaligus Ketum MUI Din Syamsuddin juga sepakat untuk melakukan pertemuan persamaan persepsi.
(bpn/rvk)











































