Pemerintah Kekurangan Perawat untuk Bantu Korban Tsunami

Pemerintah Kekurangan Perawat untuk Bantu Korban Tsunami

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 16:39 WIB
Jakarta - Menkes Siti Fadilah Supari mengungkapkan, saat ini jumlah perawat yang diterjunkan ke wilayah korban gempa dan tsunami masih jauh dari memadai. Sementara jumlah tenaga dokter justru sudah surplus.Untuk mengantisipasi kebutuhan perawat ini, pihaknya sudah memberangkatkan sekitar 250 perawat dari Jakarta, Medan dan Aceh."Karena sedemikian besar antusiasme masyarakat membantu, maka banyak tenaga dokter yang berinisiatif terbang ke Aceh, dan ditambah dengan bantuan paramedik dari luar negeri, untuk dokter kita surplus yang kurang justru perawatnya," ungkap Fadilah usai Sidang Kabinet Khusus Penanggulangan Aceh di Istana Kepresidenan, Jl. Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis, (30/12/2004).Hal lain yang masih menjadi kendala di Aceh adalah belum lancarnya distribusi logistik dari posko bantuan yang terletak di Bandara Polonia, Medan ke Banda Aceh dan daerah lain yang kena musibah. Hal ini disebabkan bukan hanya oleh kelangkaan alat transportasi, tapi juga kesulitan mendapatkan bahan bakar untuk bisa menjalankan kendaraan tersebutKarena itu Fadilah berharap agar disediakan posko stasiun pengisian bahan bakar khusus untuk truk pengangkut obat dan logistik lainnya. Saat ini di Banda Aceh hanya ada dua SPBU yang aktif dan antriannya bisa mencapai 6 km.Sementara itu, Fadilah juga mengungkapkan pihaknya berencana mendirikan rumah sakit lapangan di Meulaboh dan Banda Aceh. Di Banda Aceh setidaknya dibutuhkan dua rumah sakit lapangan, sementara di Meulaboh butuh lebih banyak lagi karena besarnya perkiraan jumlah korban di Meulaboh."Beberapa negara sahabat sudah memberikan komitmen untuk menyediakan rumah sakit lapangan, diantaranya AS dan Cina, sedangkan TNI sendiri sudah mendirikan dua rumah sakit lapangan di Banda Aceh," kata dia.Dia juga menyatakan, masalah kesehatan berat yang akan muncul dalam waktu dekat ini adalah ancaman penyakit kolera, diare, campak dan malaria akibat kurangnya air bersih dan masih banyaknya mayat yang belum sempat dievakuasi akibat tertimbun reruntuhan. "Akibat mayat membusuk itu akan menimbulkan masalah kesehatan, sebab prasarana sanitasi saat ini sama sekali lumpuh," kata dia. (umi/)


Berita Terkait