Thomas, seorang warga Jakarta Timur mengalami hal tersebut. Gara-gara anaknya sakit perut dan terlalu lama di toilet, ia tidak tahu bahwa jadwal check-in dan boarding pesawat Lion Air ternyata dimajukan tanpa pemberitahuan. Akibatnya, ia harus rela penerbangannya dialihkan ke jadwal berikutnya.
"Saya sudah ingin check-in dan masukin bagasi jam 8 lewat tadi, tapi anak saya mengeluh sakit perut dan akhirnya bolak-balik ke toilet. Pas sudah selesai dan mau check-in, eh petugasnya bilang check-in sudah ditutup dan penumpang lain sudah boarding. Padahal baru setengah sembilan," keluh Thomas pada detikcom, Minggu (27/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas Lion Air yang ditemui di tempat pun mengakui bahwa ada kebijakan untuk memajukan jadwal check-in dan boarding pesawat pada musim lebaran. Sayangnya, Thomas mengaku tidak mendapat pemberitahuan soal hal tersebut.
"Ya kan minimal seharusnya tertulis di tiket atau diberi tahu ketika beli tiketnya bahwa ada kebijakan semacam itu. Kalau begini kan merugikan penumpang karena penerbangannya molor," sambungnya lagi.
Akan tetapi Thomas boleh sedikit merasa lega. Pasalnya, pihak Lion Air akhirnya mengakomodasi Thomas untuk terbang pada penerbangan berikutnya. Petugas yang ditemui mengatakan bahwa kebijakan tersebut memang hanya dilakukan pada saat musim lebaran seperti sekarang.
"Memang bukan kesalahan bapak/ibu sekalian. Namun kebijakan tersebut berlaku pada musim lebaran dan sudah diberitahukan pada semua travel. Solusinya adalah memindahkan bapak/ibu sekalian ke penerbangan berikutnya, tanpa dikenai biaya," tutur petugas Lion Air yang menolak memberikan namanya tersebut.
(rvk/ndr)










































