Apa Alasan Hatta Sampaikan Pidato Politik lewat Twitter?

Apa Alasan Hatta Sampaikan Pidato Politik lewat Twitter?

- detikNews
Sabtu, 26 Jul 2014 18:32 WIB
Apa Alasan Hatta Sampaikan Pidato Politik lewat Twitter?
Jakarta - Setelah sempat bersikap misterius dengan tidak muncul di publik, Hatta menyampaikan pidato politiknya lewat Twitter dan bukan mengadakan konferensi pers. Langkah itu diambil agar suasana terjaga tetap damai dan kondusif.

"Karena beliau berpesan ingin suasana damai dan kondusif. Kalau konpers nanti banyak pertanyaan kemana-mana dan bisa kontroversi," kata Waketum PAN Drajad Wibowo kepada detikcom, Sabtu (26/7/2014).

Drajad menuturkan bahwa melalui akun Twitter pun, Hatta dapat mempertanggungjawabkan ucapannya kepada publik. Pernyataanya juga tetap bisa dikutip oleh media.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bisa dibilang ini seperti mengambil ikan tanpa membuat keruh airnya," ucap Drajad.

Hatta Rajasa yang menyampaikan 'pidato politik' lewat twitter memilih bahasa-bahasa yang tenang. Hatta memulai kicauannya dengan mengucapkan selamat mudik pada warga yang tengah mempersiapkan Lebaran ke kampung halaman.

"Secara khusus saya juga mengucapkan terima kasih atas dukungan puluhan juta Rakyat Indonesia kepada pasangan Prabowo-Hatta. Terima kasih pula kepada seluruh relawan, partai Koalisi Merah Putih yang telah bekerja keras dan ikhlas mulai dari kampanye hingga saat ini. Semoga Tuhan YME membalas budi baik Bapak, Ibu dan Saudara dalam partisipasi untuk membangun demokrasi menuju masyarakat yang adil dan makmur," tulis Hatta

Apresiasi juga Hatta sampaikan kepada Pemerintah, TNI, Polri dan seluruh pihak yang telah membuat Pilpres berlangsung aman dan damai. Hatta juga memilih jalan damai untuk menyelesaikan persoalan Pilpres.

"Saya percaya dan meyakini, sekeras apa pun perbedaan dalam menyikapi hasil keputusan KPU haruslah dapat diselesaikan dalam suasana damai serta dalam koridor konstitusi dan peraturan perundangan yang ada," kata Hatta menyampaikan sikap soal keputusan KPU menegapkan Jokowi dan JK menjadi presiden dan wakil presiden terpilih.

(imk/try)


Berita Terkait