Menko Perekonomian Chairul Tanjung (CT) dan Wamenhub Bambang Susantono memantau kondisi arus mudik di Stasiun Tawang Semarang. Di Stasiun yang terletak di kawasan Kota Lama itu, CT melihat fasilitas dan sempat berbincang dengan beberapa penumpang.
"Mau mudik ke mana ini?" tanya CT kepada seorang wanita yang menunggu di Peron.
Wanita bernama Atik (50) asal kendal itu pun terkejut melihat CT dan rombongan menghampirinya. Ia pun mengutarakan tujuannya ke Jakarta untuk mengunjungi suami yang tidak bisa pulang karena pekerjaannya di Tangerang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Wah, yang dari Jakarta ke sini, Ibu malah ke Jakarta. Tapi malah enak ya, sepi," timpal CT.
Setelah berbincang dengan Atik, CT yang juga didampingi Kepala PT KAI daop IV, Wawan Ariyanto masuk ke salah satu gerbong KA Argo Muria yang baru saja berhenti. Di dalam KA, CT mengecek kamar mandi, kenyamanan AC, dan mencoba duduk di kursi penumpang. Saat sedang melihat fasilitas di dalam gerbong, beberapa penumpang sempat datang dan meminta foto bersama.
CT mengatakan kenyamanan di kereta api sekarang bagus sehingga wajar moda kereta api banyak diminati dan meningkat jumlah penumpangnya dari tahun ke tahun.
"Dari penumpang yang saya wawancarai, mengaku senang naik kereta, nyaman, tidak kena macet, bersih, ber-AC. Saya juga cek tolietnya, bersih, ada tisunya. Semoga bisa semakin ditingkatkan," kata CT.
Ia menambahkan, dengan kenyamanan yang diberikan penumpang, ada tren kenaikan jumlah penumpang untuk KA. Tidak hanya itu kenaikan jumlah penumpang juga terjadi pada moda transportasi udara, namun untuk kapal laut justru mengalami penurunan meski tidak banyak.
"Dapat laporan dari dirut PJKA, kenaikan penumpang bisa 14-15 persen dari tahun kemarin. Pesawat juga kenaikannya di atas 12 persen. Ini menunjukkan ciri masyarakat yang modern yang ingin, cepat, nyaman, dan terjangkau," imbuhnya.
Sementara itu Wawan Ariyanto menambahkan, KA tujuan Jakarta memang lebih lengang dibandingkan yang ke Arah Semarang. Namun tiket untuk arus balik yaitu tujuan Semarang-Jakarta mulai tanggal 31 Juli hingga 8 Agustus sudah ludes terjual.
"Saat ini misalnya KA Sindoro kapasitas 400 sisa 62 kursi. Tapi untuk tanggal 31 Juli sampai 8 Agustus sudah habis semua," tandasnya.
(alg/try)











































