Curhatan Tukang Delman Ketika Monas Sepi Pengunjung

Curhatan Tukang Delman Ketika Monas Sepi Pengunjung

- detikNews
Sabtu, 26 Jul 2014 14:50 WIB
Curhatan Tukang Delman Ketika Monas Sepi Pengunjung
Jakarta - Monumen Nasional (Monas) menjelang lebaran masih terlihat sepi. Hal ini membuat para tukang delman hanya bisa mengerutkan jidatnya sambil menunggu penumpang. Menurut Sadeli (40) monas memang selalu sepi ketika menjelang lebaran. Hal tersebut dikarenakan banyaknya warga Jakarta yang pulang ke kampung halaman.

"Kalau jelang-jelang lebaran gini memang sepi banget," ujar tukang delman yang dari tahun 1996 mangkal di Monas kepada detikcom, Sabtu (26/7/2014).

Menurut pria asli Betawi itu, menjadi tukang delman di kawasan Monas saat sudah sangat berbeda dengan dulu. Saat ini terlalu banyak tukang delman muda yang mentarifkan harga tinggi untuk sekali berkeliling saja.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang jadi sepi yang ingin naik delman karena dipatok harga sampa Rp 75 ribu paling murah untuk keliling istana saja. Padahal seharusnya paling mahal Rp 50 ribu," ujarnya di atas delmannya.

Akibat tarif yang mahal itu, para pengunjung banyak yang memilih untuk jalan kaki daripada naik delman. Selain itu, sebagai tukang delman senior, dia sering mendengar banyak pengunjung yang suka ditipu dijanjikan untuk masuk kedalam.

"Padahal dari Januari kemarin sudah tidak boleh masuk delman ke dalam. Kan kasian pengunjung dan yang rugi tukang delman lainnya," ujarnya.

Dirinya menceritakan, pada tahun 1996 tarif bagi pengunjung yang ingin naik delman untuk keliling istana itu hanya Rp 3000. Dan dulu dirinya bisa mendapatkan Rp 150 ribu per hari jika mangkal di dalam Monas.

"Tapi sekarang karena tidak bisa ke dalam dan sepi kadang saya cuman dapat Rp 35 ribu. Atau paling gede Rp 100 ribu. Soalnya saya gak pernah patokin harga," kata Sadeli yang mengaku belum dapat penumpang itu.

Bagi Sadeli, biaya untuk mengurus kuda sangatlah lumayan. Untuk itu dia berharap dapat kembali mangkal di dalam Monas biar kebutuhannya terpenuhi.

"Kalau di dalam dan saat lebaran bisa dapet Rp 400 ribu sehari tahun lalu. Untuk itu harus ada yang berani kasih surat ke Jokowi, wali kota agar kita bisa ke dalam lagi," ujarnya.

"Kalau soal kencing dan kotoran kuda yang buat kotor kita kan sediakan air untuk bersihkan kotoran dan kuda saya mah disuntik vitamin," tutupnya.

(spt/rvk)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads