Muhammadiyah akan Berangkatkan 1000 Relawan ke Aceh

Muhammadiyah akan Berangkatkan 1000 Relawan ke Aceh

- detikNews
Kamis, 30 Des 2004 16:11 WIB
Jakarta - Muhammadiyah akan memberangkatkan sebanyak 1000 relawan asal Medan untuk membantu korban gempa dan tsunami ke Nanggroe Aceh Darussalam (NAD)."Dalam seminggu ini mereka siap diberangkatkan," kata Wakil Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsuddin di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Menteng, Jakarta, Kamis (30/12/2004).Selain itu, menurut Din, Muhamadiyah mempunyai relawan yang berjumlah 500 ribu orang yang siap diberangkatkan ke Banda Aceh. "Mereka berasal dari angkatan muda dan ormas Islam lainnya di Jakarta. Masalahnya adalah pengangkutan mereka ke Banda Aceh," ujar Din."Tetapi tadi sudah ada dukungan untuk pengangkutan relawan tersebut. Saya belum bisa sebutkan dari mana dukungan itu," lanjutnya.Lebih lanjut, Din mengatakan sebanyak 8 relawan dan 12 tenaga medis Kamis (30/12/2004) ini sudah diberangkatkan ke NAD.Ketika ditanya mengenai pemerintah lambat dalam menangani bencana, Din membenarkan. "Sampai hari kelima, terus terang penanganan musibah masih banyak yang belum terselesaikan oleh pemerintah. Karena itu, pemerintah silakan jalan sendiri dan kami Muhammadiyah sebagai bagian masyarakat bertanggung jawab untuk bekerja. Gerakan ini katakan sebagai pendamping dari pemerintah," paparnya.PembakaranMasih dalam kesempatan yang sama, Din Syamsuddin menilai anjuran pembakaran jenazah korban gempa dan tsunami untuk mengantisipasi wabah penyakit belum saatnya dilakukan."Saya kira belum waktunya. Dalam Islam memang selalu ada alasan kedaruratan, tetapi saya kira kalau dalam satu dua hari ini dapat dilakukan pemakaman maka tidak perlu dilakukan pendekatan darurat yang juga dimungkinkan agama seperti membakar," tandas Din.Menurut dia, pembakaran jenazah masih harus dikaitkan dengan ajaran Islam yang sangat menekankan untuk memperlakukan mayat secara manusiawi. "Karena kita akan mengalami itu juga. Sekarang ini jangan berfikiran seperti itu dulu," demikian Din Syamsuddin. (aan/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads