UKP4: Sidak ke Bandara Soekarno-Hatta untuk Bersihkan Mafia dan Premanisme

UKP4: Sidak ke Bandara Soekarno-Hatta untuk Bersihkan Mafia dan Premanisme

- detikNews
Sabtu, 26 Jul 2014 08:38 WIB
UKP4: Sidak ke Bandara Soekarno-Hatta untuk Bersihkan Mafia dan Premanisme
Jakarta -

Unit Kerja Presiden untuk Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), bersama dengan KPK dan Bareskrim Polri melakukan sidak ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. Temuan yang diperoleh cukup mengagetkan. Di bandara kelas internasional yang jadi gerbang depan Indonesia ini ternyata ada praktik premanisme dan pemerasan.

"Tujuan utama sidak ini adalah membenahi bandara international Soekarno-Hatta ini agar memenuhi standard sebagai world class international airport terutama memastikan adanya jaminan keamanan, kenyamanan dari pengguna bandara, dan bersih dari praktik mafia dan premanisme," jelas Kepala Deputi UKP4 Mas Achmad Santosa dalam keterangannya, Sabtu (26/7/2014).

Dalam sidak itu hadir juga Staf ahli UKP4 Yunus Husein, Ketua KPK Abraham Samad, Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnaen, serta Kabareskrim Mabes Polri Komjen Pol Suhardi Aliyus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sidak yang digelar dini hari itu mengamankan 18 orang pelaku pemerasan yang antara lain terdiri dari oknum anggota TNI, Polri, serta BNP2TKI.

"18 Yang diamankan. 2 Orang operator di dalam bandara dan 16 dari luar bandara yang diamankan. Sangat mungkin ada pihak-pihak lain yang terlibat dari hasil pemeriksaan kedelapan belas orang tersebut," jelas pria yang akrab disapa Ota ini.

Para pelaku diketahui melakan pemerasan terhadap para TKI yang baru kembali dari berbagai negera.

"Sidak ini akan diteruskan dengan upaya-upaya perbaikan sistem agar bandara ini benar-benar mampu menjadi etalase bangsa. Perbaikan sistem kedepan akan dilakukan KPK dan UKP4 berserta Kementerian/lembaga lain, termasuk kementerian perhubungan, BNP2 TKI, Bea Cukai (Kemenkeu), Imigrasi (kemenkumham) termasuk memperbaiki sistem keamanan, pelayanan publik, pengelolaan pelayanan dan perlindungan TKI, sistem penegelolaan kargo, layanan transportasi dan lain sebagainya," tutur Ota.

Kelima belas yg diduga melakukan praktek pemerasan terhadap penguna bandara khususnya TKI saat ini sedang diperiksa secara intensif oleh Bareskrim, Provoost Polri dan TNI.

"Di samping penegakan hukum oleh Polri terus dilakukan terhadap praktek premanisme, dalam waktu dekat akan dirumuskan program aksi untuk membangun bandara yang memiliki tingkat keamanan dan kenyamanan tinggi dan pelayanan publik yang baik, serta business dan user friendly," tutupnya.

(jor/ndr)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini