"Ini ujian kesabaran di bulan Ramadan. Kami diserang terus. Ini agresi yang jelas melanggar hukum internasional. Ratusan warga kami termasuk anak kecil, perempuan hamil jadi korban," kata Fariz usai acara Malam Amal Kemanusiaan untuk Palestina di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Dia menuturkan kalau sejauh ini sudah lebih dari dua juta pengungsi yang hijrah ke Suriah karena agresi Israel. Menurutnya, ironis kalau warga Palestina yang tidak bersenjata diserang terus secara membabi buta dengan senjata berat dan canggih.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lanjutnya, Fariz pun mengucapkan terimakasih atas dukungan serta bantuan yang sudah diberikan Indonesia. Dia secara pribadi dan mewakili pemerintah Palestina melihat sumbangan dana dan aksi pertolongan bantuan dari masyarakat Indonesia sangat luar biasa. Sebagai negara yang mayoritas penduduknya muslim, dukungan Indonesia menjadi harapan kemerdekaan Palestina.
"Secara pribadi dan wakili pemerintah Palestina, saya ucapkan terimakasih atas dukungan serta bantuan yang terus berdatangan untuk Palestina. Ini aksi yang luar biasa di tengah ujian kesulitan yang kami alami," sebutnya.
Sejauh ini, agresi militer Israel yang sampai hari ke-18 dilaporkan sudah menewaskan lebih dari 780 jiwa. Korban tewas dari kebiadaban negeri zionis tersebut adalah perempuan hamil hingga anak bayi.
Adapun sumbangan dana sementara yang terkumpul dalam acara Malam Amal Kemanusiaan untuk Palestina di Hotel Aryaduta, Jakarta, semalam sebesar Rp 474,4 juta. Jumlah sumbangan ini diprediksi masih bakal terus bertambah.
(hat/jor)











































