Ketua Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina, Din Syamsuddin mengatakan sumbangan dari acara ini bakal memberikan kontribusi bantuan bagi masyarakat Palestina. Menurutnya, perbuatan Israel adalah bentuk penjajahan, penindasan yang layak dikutuk.
"Ada penjajahan, aksi kebiadaban, terhadap manusia lain. Kita harus bisa bergerak minimal membantu untuk krisis di Gaza ini," ujar Din di sela-sela Malam Amal Kemanusiaan untuk Palestina di Hotel Aryaduta, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Din, Prakarsa Persahabatan Indonesia-Palestina adalah lembaga yang terdiri dari lintas agama, suku, profesi, dan afiliasi politik. Meski demikian, dia menjamin lembaga yang dipimpinnya independen dan mementingkan realisasi kedamaian abadi di Palestina.
"Kami ingin Bumi Palestina damai, dan ini bentuk solidaritas kami," ujarnya.
Sebelumnya, kata dia, pihaknya juga sudah mengadakan dua kali acara ini pada 2008 dan 2012. Saat 2008, dana terkumpul hingga Rp 2 miliyar. Kemudian, dua tahun lalu sebanyak Rp 400 juta. Hasil sumbangan dana ini juga sudah diserahkan ke lembaga resmi yang ditunjuk Kedutaan Besar Palestina.
"Sebelumnya, dari kedua acara itu sudah kami berikan lembaga rekomendasi atas saran kedutaan besar Palestina. Ini untuk menanggulagi gaza," ucap Din.
(hat/bal)











































