Suasana Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (25/7/2014) malam ini, ramai dipadati pemudik yang akan menuju kampung halaman dengan kereta eksekutif. Sudut-sudut stasiun itu dipenuhi calon penumpang yang menunggu jadwal keberangkatan.
Menurut seorang pemudik, Susi (23), salah satu titik yang ramai dipadati pemudik adalah musala wanita yang ada di pintu selatan stasiun. Musala itu penuh oleh perempuan yang hanya duduk-duduk tak melaksanakan ibadah. Usut punya usut, ternyata mereka menunggu untuk bisa masuk ke peron.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pukul 20.10 WIB, kereta Argo Lawu tujuan akhir Solo tiba di peron 1. Penumpang pun masuk ke gerbong-gerbong kereta. Tiap gerbong ada 50 kursi penumpang.
Sambil menunggu kereta berangkat, ada petugas PT KAI berseragam yang menyusuri gerbong mengecek tiket. Namun ternyata kali ini tak hanya ada petugas pengecek tiket, ada petugas berseragam lain yang menyusuri gerbong memperhatikan penumpang. Di bagian dada kiri seragamnya tertulis nama Jonan. Ya ternyata petugas menyusuri gerbong itu adalah Dirut KAI Ignatius Jonan.
Jonan menyusuri gerbong sambil sesekali bertanya pada penumpang. Ditanya soal kegiatannya ini, dia mengaku memang mendapat giliran untuk mengecek kelancaran arus mudik.
"Saya kan kena jadwal posko," ujarnya singkat.
Jonan melakukan pengecekan hingga gerbong mesin yang ada di paling belakang. Setelahnya dia meninggalkan kereta yang akan segera berangkat. Pukul 20.20 WIB kereta berangkat tepat waktu, mengantar pemudik menuju tujuan akhir kotamadya yang bepredikat sebagai kota warisan dunia, Solo.
(trq/jor)











































