"Harus lewat selatan. Dua kali jarak tempuh," kata sopir bus Cirebon-Semarang, Edi Sitoha di Terminal Mangkang Semarang, Jumat (25/7/2014).
Edi mengaku biasa lewat jalur pantura. Namun akibat jembatan Comal ambles dan tak bisa dilalui bus besar, dia harus memutar arah. "Kalau gini kan, saya tidak bisa lebaran di rumah," kata Edi.
Terminal Mangkang juga terkena imbas jembatan Comal. Biasanya sibuk, kini justru lengang. Hanya ada belasan bus antar provinsi yang singgah. Hal itu disebabkan bus-bus besar yang dialihkan melalui jalur selatan sejak jembatan Comal ambles.
Kondisi ini diakui Manajer Pengelola Terminal Mangkang, Rumadi. Ia mengatakan efek jembatan Comal sangat terasa. Terutama terkait bus besar yang singgah ke terminal.
"Tahun kemarin arus mudiknya bisa tepantau di Mangkang. Ada mudik bantuan Gubernur, Jasa Raharja, Sidomuncul, dan lainnya. Ini dialihkan ke selatan," kata Rumadi di kantornya, Jumat (25/7/2014).
Rumadi menambahkan, saat memasuki arus mudik tahun 2013 lalu, bus yang masuk bisa sampai 100 unit perhari, tapi tahun ini turun drastis bahkan sejak tanggal 21 Juli hingga 24 Juli kemarin rata-rata hanya empat bus.
(alg/try)











































