SBY Usul PBB Sponsori Konferensi Bantu Korban Tsunami
Kamis, 30 Des 2004 15:35 WIB
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengusulkan agar PBB mensponsori penyelenggaraan konferensi internasional untuk membantu negara-negara yang terkena bencana tsunami. Usulan itu disampaikan SBY kepada Sekjen PBB Kofi Annan melalui sambungan telepon, Rabu (29/12/2004) malam. "Konferensi ini bukan hanya untuk menggalang bantuan bagi Indonesia, tetapi juga negara lain yang terkena musibah tsunami seperti Malaysia, Maladewa, Sri Lanka dan India," ujarnya usai sidang kabinet paripurna dengan agenda langkah-langkah lanjutan penaggulangan bencana alam NAD dan Sumut di Kantor Presiden, Jl. Veteran, Jakarta, Kamis (30/12/2004). Ia menambahkan, dirinya juga telah menyampaikan usulan itu kepada Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush melalui sambungan telepon, Rabu (29/12/2004) malam. Menurut SBY, Bush menyambut positif usulannya itu. Dikatakan SBY, dirinya menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas simpati dan respon negara sahabat dalam membantu pemerintah Indonesia menangani korban bencana alam. Ucapan terima kasih itu juga disampaikan SBY kepada sejumlah kepala negara melalui sambungan telepon. Hingga kini, bantuan dari negara sahabat berupa finansial, logistik maupun SDM terus mengalir. SBY berharap bantuan itu dapat didistribusikan secara tepat ke titik-titik yang membutuhkan. "Yang lebih penting, sebelum kontribusi dari luar negeri datang, saudara-saudara kita sendiri sudah bergerak menyalurkan bantuannya. Saya tidak ingin ada yang salah urus atau ada penyelewengan lainnya. Bantuan dari dalam dan luar negeri harus dikoordinasikan dengan sebaik-baiknya," katanya. SBY juga menjelaskan kondisi terakhir di Bandara Polonia, Medan. Sebelumnya dikabarkan terjadi keruwetan lalu lintas udara akibat menumpuknya logistik di areal bandara. Kondisi tersebut, lanjut SBY, mulai teratasi. Puluhan truk dari provinsi sekitar telah dikerahkan untuk mendistribusikan bantuan-bantuan itu sehingga tidak terjadi penumpukan logistik di areal bandara yuang memang kapasitasnya kecil.
(rif/)










































