Sekitar 100-an orang yang menamakan diri Aliansi Penyelamat Pemilu ini mulai berdatangan sejak pukul 13.30 WIB, Jumat (25/7/2014). Mereka memakai pakaian yang bervariasi, ada yang memakai kemeja putih dan garuda merah, memakai kaos bergambar Prabowo-Hatta, dan ada pula yang memakai pakaian bebas.
Pada pukul 13.45 WIB, mereka mulai menyanyikan beberapa lagu. Bagimu Negeri, Halo-halo Bandung, dan Maju Tak Gentar mereka nyanyikan dengan dipimpin dari sound system yang dibawa oleh pikap. Seorang ibu nampak menangis saat menyanyikan lagu-lagu tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"MK Netral PSU Harga Mati," tulis salah satu spanduk.
"MK Jangan Takut Intimidasi," tulis spanduk lainnya.
Aksi dilanjutkan dengan orasi dari Koordinator Lapangan bernama Jimmy. Ia menegaskan mereka hadir dengan damai untuk meminta para hakim MK memutus dengan adil.
"Kita datang dengan damai. Yakinlah bahwa bapak dan ibu di dalam Gedung MK masih punya hati nurani untuk membenarkan yang memang benar," pekik Jimmy.
"Kami beraksi bukan karena Prabowo kalah tapi karena ada kecurangan. Yang kami inginkan keadilan dan kebenaran," lanjutnya.
Salah seorang orator lainnya menebut bahwa KPU selama ini tidak adil dan melakukan kecurangan. Ia menyebut ada tabulasi Cikeas Center yang memenangkan Prabowo-Hatta.
"Ada tabulasi Cikeas Center yang memenangkan Prabowo-Hatta 54%!! Berbeda dengan hasil KPU!" pekiknya.
Sebelumnya, Juru Bicara Presiden SBY, Julian A Pasha, membantah keras soal keberadaan tabulasi suara Cikeas Center. Pernyataan ini terkait pemberitaan di sejumlah media online terkait keberadaan lembaga itu dan dikaitkan dengan presiden.
"โSehubungan adanya berita di media online yang menyebutkan bahwa proses perhitungan suara pilpres terkait dengan adanya tabulasi Cikeas Center, kami menegaskan bahwa tidak pernah ada tabulasi perhitungan suara di Cikeas atau Tabulasi Cikeas Center," jelas Julian dalam keterangannya, Minggu (13/7/2014).
(imk/trq)










































