Pasar Tumpah Masih Jadi Biang Kemacetan Parah di Jalur Pantura

Pantauan Mudik dari Udara

Pasar Tumpah Masih Jadi Biang Kemacetan Parah di Jalur Pantura

- detikNews
Jumat, 25 Jul 2014 12:53 WIB
Pasar Tumpah Masih Jadi Biang Kemacetan Parah di Jalur Pantura
Tol Cikampek
Jakarta -

Tiga hari menjelang Lebaran jalur utama Pantai Utara (Pantura) dan jalur tengah mengalami macet parah karena serbuan ribuan pemudik. Dari pantauan udara, apa penyebab kemacetan?

detikcom ikut bersama Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) Bambang Susantono memantau jalur Pantura, Jumat (25/7/2014). Pemantauan dilakukan pagi pukul 07.30 WIB hingga pukul 10.00 WIB menggunakan helikopter yang terbang dari dari Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Kemacetan panjang sudah terlihat dari mulai dari jalan tol Jakarta-Cikampek menuju gerbang tol Cikampek. Titik macet ada di sepanjang jalur menuju Pantura, seperti Jalan Raya Cikopo, Simpang Mutiara hingga Simpang Jomin.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Adanya pasar tumpah juga menjadi faktor penyebab kemacetan parah di jalur Pantura. Misalnya di Pasar Sukamandi, Pasar Ciasem, dan Pasar Pusakanegara. Sedangkan di jalur tengah ada Pasar Cipeundeuy dan Kalijati.

Dari atas udara pasar tumpah terlihat jadi sumber parah penyebab kemacetan parah di jalur Pantura dan jalur tengah. Ujung kemacetan nampak berada di Pasar Ciasem, Subang. Setelah melewati pasar tersebut, lalu lintas setelahnya terlihat ramai lancar.

Kata Bambang, pasar tumpah memang jadi salah satu biang kemacetan di jalur Pantura dan jalur Tengah. Ramainya orang-orang yang menyeberang jalan memperparah arus lalu lintas.

"Macet parah karena ada perlambatan traffic, ada traffic orang-orang yang menyeberang di situ sehingga terjadi gangguan terhadap kelancaran lalu lintas," kata Bambang.

Bambang akan segera mengambil langkah untuk mengatasi kemacetan parah karena pasar tumpah. Langkah paling sederhana, dirinya akan menyuruh para petugas di lapangan membuat periode untuk masyarakat menyeberang.

"Biasanya kita lakukan pagar betis yang lebih kuat di situ, yang lebih rapat, sehingga orang yang menyeberang diberikan periode. Ini kan nggak. Orang nyeberang seenaknya. Dengan adanya petugas di lapangan diberikan berkala menyeberang, itu akan lebih memperlancar nantinya," imbuh Bambang.

(bar/aan)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads