"Ini dikembalikan kepada masyarakat. Kalau memang ada rezeki lebih, silakan. Tetapi kalau ada ancaman, pemaksaan, silakan melapor ke kepolisian terdekat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (25/7/2014).
Rikwanto mengakui, menjelang Lebaran ini banyak oknum yang memanfaatkan momen tersebut untuk meminta sumbangan. Oknum bahkan menyiapkan proposal yang seolah-olah sumbangan tersebut sah dari sebuah yayasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rikwanto juga mengimbau masyarakat untuk mewaspadai peminta sumbangan yang door to door.
"Karena bisa saja itu modus pelaku rumsong (rumah kosong) untuk mensurvei rumah mana yang ditinggal pemilkinya," lanjutnya.
Seperti yang pernah terjadi di kawasan Depok, tiga orang pria yang kompak mengenakan jaket dan celana jins mengetuk satu persatu pintu pagar rumah warga Perumahan Pondok Sukatani Permai, Sukatani, Tapos, Depok, beberapa waktu lalu. Mereka mengucapkan salam kepada para pemilik rumah sambil membawa setumpuk amplop.
Tidak jelas maksud mereka, karena warga pun tidak ada yang berani keluar menemui mereka. Warga justru mencurigai mereka sebagai pelaku kejahatan yang mengincar rumah kosong menjelang mudik lebaran.
Soal permintaan sumbangan, Rikwanto mengimbau agar lebih dahulu mendapat persetujuan dari pihak RT/RW lingkungan setempat.
"Harus melewati RT/RW dulu kalau bisa, sehingga kita yakin orang tersebut memang bermaksud meminta sumbangan, bukan hanya sebagai modus saja," pungkasnya.
(mei/aan)











































