"Saya harap pembangunan 6 ruas jalan tol ini 3 tahun sudah selesai," kata Wakil Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) saat menyampaikan sambutannya di kantor Kementerian PU, Jalan Sisingamaraja, Jakarta Selatan, Jaksel, Jumat (25/7/2014).
Penandatanganan ini dilakukan antara Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Ahmad Ghani Ghazali, Dirut PT Jakarta Tollroad Development (JTD) Frans S. Sunito serta Sekda DKI Saefullah dan disaksikan Menteri PU Djoko Kirmanto dan Ahok.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pembangunan jalan ini dimulai pada pertahunan 2015 dan keseluruhannya dibangun layang. Ahok menyebutkan pembangunan jalan ini menjadi solusi bagi warga Jakarta yang tak ingin terkena kemacetan.
"Buat yang tidak mau kena macet, ya lewat jalan tol ini atau dengan fasilitas BRT (Bus Rapid Transit)," ujarnya.
6 ruas jalan tol dalam kota ini bagian dari jaringan tol di Jabodetabek dan diharap melengkapi jaringan jalan di Jakarta yang diperkirakan akan macet total pada tahun 2020. 6 Ruas Jalan Tol Dalam Kota Jakarta ini dibangun sepanjang 69, 77 km dengan total anggaran kurang lebih 42 triliun. Pembangunannya pun dibagi dalam 3 tahap pembangunan, yakni:
1. Tahap I (29,67 km) terdiri atas ruas Semanan- Sunter yang direncanakan beroperasi tahun 2018 dan Sunter-Pulo Gebang yang direncanakan beroperasi 2019.
2. Tahap II (22,25 km) terdiri atas Duri Pulo-Kampung Melayu dan ruas Kemayoran-Kampung Melayu dengan rencana tahun 2021.
3. Tahap III (17,86 km) terdiri atas ruas Ulujami-Tanah Abang dan ruas Pasar Minggu- Casablanca dengan rencana operasi tahun 2022.
(bil/aan)










































