Menurut Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian Kesehatan RI, Prof dr Tjandra Yoga Aditama ada delapan tips yang harus diingat para pemudik. Pertama yang harus diingat ialah ketika sedang flu, jangan menyetir kendaraan pribadi karena setiap obat tidur pasti menyebabkan ngantuk.
"Kedua, penyakit sejenis flu sendiri juga mengakibatkan tubuh jadi lesu. Karena itu, sebaiknya kalau sakit dan lesu jangan menyetir atau mengemudi sepeda motor," ujar Tjandra lewat pernyataannya yang diterima detikcom, Jumat (25/7/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tjandra mengingatkan bagi para pemudik untuk tidak lupa meminum vitamin untuk membuat tubuh tetap bugar. Tidak lupa jangan terlalu sering meminum obat penambah tenaga.
"Obat penambah tenaga tidak selalu berakibat baik, demikian juga dengan minuman-minuman tertentu yang banyak beredar. Sebaiknya gunakan isyarat tubuh, yaitu bila lelah agar beristirahat. Ingat, keselamatan berkendara adalah yang paling utama," ujarnya.
Bila mudik bersama anak-anak, jangan lupa selalu membawa obat yang anak-anak kita perlu konsumsi pada keaadaan tertentu, misalnya demam, mencret dan lain-lain. Selain itu jangan lupa juga membawa obat-obat persediaan penghilang gejala yang lain, seperti obat mual, gangguan lambung, sakit perut, sakit kepala dan lain-lain.
"Juga harus diingat bahwa obat anti mual juga dapat menyebabkan kantuk, sehingga berbahaya bila mengemudi," jelasnya.
Terakhir Tjandra mengingatkan untuk jangan lupa bawa kotak P3K (plester, pencuci luka, verband, dan lain-lain), untuk persiapan, mudah-mudahan tidak digunakan. Dia juga mengingatkan, untuk segala tips mengenai obat-obatan tentu sebaiknya berkonsultasi dengan petugas kesehatan sebelum berangkat.
"Juga manfaatkanlah petugas kesehatan yang ada di Pos Kesehatan Mudik sepanjang jalan.β Juga harus diingat untuk menjaga kebersihan makanan yang dikonsumsi selama mudik, jangan sampai makanan yang tidak higienis sehingga menimbulkan gangguan pencernaan," imbuhnya.
(spt/ndr)











































